alexametrics
27.5 C
Probolinggo
Saturday, 28 May 2022

Pemkot Gandeng Pihak Ketiga untuk Kembangkan Industri Mebel dan Logam

PASURUAN, Radar Bromo – Keberadaan industri logam dan mebel di Kota Pasuruan, terus mendapat perhatian dari Pemkot Pasuruan. Salah satunya dengan menggandeng pihak ke tiga untuk menjangkau pemasaran yang lebih luas. Kini, kerja sama ini masih dalam tahap pelaksanaan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Pasuruan Adri Joko Srijono mengatakan, pihaknya berencana mengembangkan potensi logam dan mebel. Sebab, pelaku usaha logam dan mebel semakin meningkat. “Jumlah pelaku usaha yang bergerak di mebel dan logam semakin banyak. Berasal dari segala lapisan usia. Ini sangat berpotensi untuk dikembangkan,” ujarnya.

Joko menjelaskan, rencana pengembangan ini akan melibatkan pihak ke tiga. Yakni, salah satu universitas negeri di Kota Malang. Keterlibatan mereka dalam bentuk kerja sama secara langsung untuk membuat dua industri ini maju.

Di antaranya, yang menjadi sasaran pengemasan dan pemasaran. Selama ini pelaku kedua usaha ini masih sangat terbatas dalam hal pengemasan dan pemasaran. Kemasan produk yang diberikan masih mentah dan pemasarannya juga terbatas.

Dari kerja sama ini, diharapkan pemasaran menjadi lebih luas. Tidak hanya di wilayah Pasuruan dan kota-kota di dekat Pasuruan, namun diharapkan bisa merambah luar Jawa. Karenanya, pengemasan produk harus dibuat semenarik mungkin.

“Tujuannya, agar usaha logam dan mebel mengantongi standar nasional Indonesia (SNI). Sehingga, bisa dipasarkan lebih luas. Tidak hanya di kota Pasuruan,” ujar Joko. (riz/fun)

PASURUAN, Radar Bromo – Keberadaan industri logam dan mebel di Kota Pasuruan, terus mendapat perhatian dari Pemkot Pasuruan. Salah satunya dengan menggandeng pihak ke tiga untuk menjangkau pemasaran yang lebih luas. Kini, kerja sama ini masih dalam tahap pelaksanaan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Pasuruan Adri Joko Srijono mengatakan, pihaknya berencana mengembangkan potensi logam dan mebel. Sebab, pelaku usaha logam dan mebel semakin meningkat. “Jumlah pelaku usaha yang bergerak di mebel dan logam semakin banyak. Berasal dari segala lapisan usia. Ini sangat berpotensi untuk dikembangkan,” ujarnya.

Joko menjelaskan, rencana pengembangan ini akan melibatkan pihak ke tiga. Yakni, salah satu universitas negeri di Kota Malang. Keterlibatan mereka dalam bentuk kerja sama secara langsung untuk membuat dua industri ini maju.

Di antaranya, yang menjadi sasaran pengemasan dan pemasaran. Selama ini pelaku kedua usaha ini masih sangat terbatas dalam hal pengemasan dan pemasaran. Kemasan produk yang diberikan masih mentah dan pemasarannya juga terbatas.

Dari kerja sama ini, diharapkan pemasaran menjadi lebih luas. Tidak hanya di wilayah Pasuruan dan kota-kota di dekat Pasuruan, namun diharapkan bisa merambah luar Jawa. Karenanya, pengemasan produk harus dibuat semenarik mungkin.

“Tujuannya, agar usaha logam dan mebel mengantongi standar nasional Indonesia (SNI). Sehingga, bisa dipasarkan lebih luas. Tidak hanya di kota Pasuruan,” ujar Joko. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/