alexametrics
25.9 C
Probolinggo
Saturday, 28 November 2020

APBD 2019 Kabupaten Probolinggo, Target PAD Turun Rp 2,3 M

KRAKSAANTarget pendapatan asli daerah (PAD) dalam APBD Pemkab Probolinggo 2019, rupanya tak sebesar tahun ini. Artinya, target PAD itu menurun dibanding tahun ini.

Ada penurunan target sampai Rp 2,3 miliar. Pemkab berdalih, target PAD turun karena adanya sejumlah sumber retribusi yang dihapus.

Dalam APBD 2019 yang telah didok, secara umum pendapatan daerah 2019 naik dibanding tahun ini. Dalam APBD 2019, target pendapatan daerah mencapai Rp 2,376 triliun. Sedangkan, tahun ini hanya sekitar Rp 2,118 triliun. Atau, ada kenaikan target pendapatan daerah Rp 258 miliar.

Namun, target PAD malah menurun. Tahun ini, target PAD Pemkab Probolinggo mencapai sekitar Rp 235,8 miliar. Sedangkan, dalam APBD 2019 perolehan PAD ini hanya diproyeksikan sekitar Rp 233,4 miliar. Atau, ada penurunan target sekitar Rp 2,3 miliar.

Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Probolinggo Santiyono mengatakan, secara umum target pendapatan daerah diproyeksikan meningkat. “Terpenting itu pendapatan daerah dan belanja daerah tetap naik dari tahun ke tahun. Sehingga, program pembangunan di daerah setiap tahunnya meningkat,” katanya.

Disinggung soal faktor menurunnya target PAD, Santiyono mengatakan, ada sejumlah kebijakan Pemerintah Pusat yang membuat regulasi sumber PAD di daerah harus dihapus.

Salah satunya soal retribusi izin keramaian atau HO. Peraturan daerah (perda) itu dihapus. Sebab, Pemerintah Pusat menghapus aturan retribusi perizinan itu. Karenanya, sumber PAD dari perizinan HO ataupun keramaian juga hilang.

“Tapi, kami juga tidak tinggal diam. Kami berusaha untuk tidak terjadi penurunan PAD yang signifikan. Sehingga, kami menargetkan kenaikan PAD dari sektor lain. Seperti, retribusi pajak ataupun pariwisata,” ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo A. Musayyib Nahrowi mengaku, pihaknya terus menekan eksekutif meningkatkan target PAD. Awalnya, pihaknya menargetkan PAD 2019 naik dibanding tahun ini. Namun, ternyata ada regulasi atau kebijakan dari Pemerintah Pusat yang menghapus sejumlah retribusi perizinan.

“Terpenting pelayanan terhadap masyarakat mudah. Sehingga, dengan adanya penghapusan retribusi izin HO ataupun lainnya, juga berdampak baik dirasakan masyarakat,” ujarnya. (mas/rud)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Awal Mengeluh Greges, Nakes RSUD dr Saleh Positif Covid-19 Meninggal

Sumarsono meninggal setelah sempat dirawat selama 7 hari di RSUD dr Moh Saleh.

Hendak Parkir, Truk Tertabrak Motor di Nguling

Saat berbelok ke arah utara, sopir truk tak mengetahui ada motor melaju dari arah barat ke arah timur.

Guru Dituntut Kreatif Mengajar di Tengah Pandemi  

Di saat pandemi, tugas guru tidak hanya sebagai pengajar tapi juga pembelajar, karena harus menemukan ide kreatif agar pembelajaran tetap menyenangkan.

Kali Wrati Masih Tercemar, Dewan Soroti Pengalihan Limbah

Polemik limbah yang mencemari sungai Wrati di Kecamatan Beji belum berakhir.

Perbaikan Jalan di Kab Probolinggo Dilanjut Hingga Akhir Tahun

Adanya perbaikan tersebut tidak terlepas dari adanya perubahan anggaran (P-APBD) yang dilakukan pihak PUPR