Retribusi Tempat Wisata di Kab Pasuruan Sudah Lewati Target

MEMANJAKAN MATA: Wisata di kawasan Tosari yang belakangan ini terus menggeliat dan jadi penyumbang retribusi terbesar kedua dari sektor pariwisata. (Foto: Zubaidillah/Radar Bromo)

Related Post

WINONGAN, Radar Bromo – Prospek sektor pariwisata di Kabupaten Pasuruan masih cukup cerah. Buktinya, meski target retribusi wisata dinaikkan saat perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (P-APBD) lalu, namun target itu sudah berhasil dilampaui.

Dari catatan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) setempat, sampai akhir Oktober ini penerimaan retribusi sudah mencapai Rp 960,380 juta. Capaian itu sudah melewati target usai direvisi di P-APBD, mencapai Rp 950 juta.

Gunawan Wicaksono, sekretaris Disparbud Kabupaten Pasuruan mengatakan, awalnya retribusi wisata hanya ditargetkan Rp 800 juta. Melihat potensi yang cukup tinggi, di P-APBD lalu target dinaikkan jadi Rp 950 juta.

Retribusi tempat wisata sendiri diperoleh dari 3 lokasi. Yakni, pemandian alam Banyubiru, Ranu Grati, dan akses Bromo via Tosari.

“Ternyata kendati sudah ada kenaikan target dalam P-APBD, sampai menjelang akhir Oktober ternyata sudah terlampaui target. Dari target Rp 950 juta sudah tercapai Rp 960,380 juta,” terang Gunawan.

Ia mengatakan, perolehan itu bisa terus meningkat. Bahkan, bisa tembus hingga Rp 1 miliar. Mengingat, masih berpotensi terdongkrak dengan libur akhir tahun baru mendatang.

Dari capaian Rp 960,380 juta hingga akhir Oktober sendiri, tercatat Pemandian Banyubiru yang paling tinggi. Mencapai Rp 714 juta. Tingginya penerimaan Banyubiru lantaran pemandian alam sudah rutin dikunjungi masyarakat sekitar dan luar kota.

“Termasuk dengan adanya rencana menjadi wisata halal, juga bisa mendongkrak kunjungan lantaran banyak masyarakat yang penasaran,” jelas Gunawan.

Disusul akses Bromo via Tosari yang mendapatkan retribusi hingga Rp 217,390 juta. Sementara Ranu Grati mencapai Rp 28,695 juta. Gunawan mengatakan, Tosari yang merupakan titik retribusi baru cukup mendukung penerimaan retribusi.

“Untuk Tosari yang sudah mulai diberlakukan penarikan pertengahan tahun 2018 ternyata potensinya cukup bagus. Bahkan, bisa mendukung penerimaan retribusi tempat wisata,” jelasnya. (eka/mie)