alexametrics
24 C
Probolinggo
Monday, 8 March 2021
Desktop_AP_Top Banner

Lanjutkan Pembangunan OK Central RSUD dr Soedarsono Ditarget Rampung Desember

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

PURWOREJO, Radar Bromo – Fasilitas di gedung OK Central milik RSUD dr R. Soedarsono Kota Pasuruan, dipastikan semakin lengkap. Itu, setelah rumah sakit pelat merah ini kembali melanjutkan pembangunan proyek multiyears ini.

Sejak beberapa minggu terakhir, sejumlah pekerja menggarap gedung yang terletak di lahan bekas Akademi Keperawatan (Akper) lama. Proyek dari dana alokasi khusus (DAK) ini ditarget rampung Desember mendatang.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr R. Soedarsono Kota Pasuruan dr Tina Soelistiani membenarkan lanjutan pembangunan OK Central sudah mulai digarap. Proyek ini dilaksanakan mulai pertengahan September lalu. “Memang sudah mulai dikerjakan. Ini, lanjutan dari proyek yang belum rampung sebelumnya karena memang multiyears,” ujarnya.

Tina mengatakan, pembangunan lanjutan ini dialokasikan Rp 10 miliar dari DAK. Anggaran diperuntukkan sejumlah item. Seperti, penyelesaian fisik dan pemenuhan sarana penunjang. Yakni, modular operation theater (MOT) berupa pemasangan keramik, plafon, pintu masuk, dan listrik. Pihaknya juga akan melaksanakan MOT pada OK Central tahun ini.

MOT ini bertujuan menyesuaikan ruangan di dalam OK Central, sehingga sesuai dengan standar dan aspek keselamatan bagi pasien. MOT ini dilakukan di ruangan I dan II. Namun, OK Central belum bisa difungsikan tahun ini. Sebab, RSUD masih menunggu penyelesaian OK Central secara keseluruhan, sehingga ruangan benar-benar steril untuk pasien. “Insyaallah pembangunan melalui dana DAK tahun ini rampung tepat waktu. Sesuai kontrak pertengahan Desember mendatang,” ujar Tina.

Diketahui, dua tahun terakhir RSUD telah mengalokasikan anggaran Rp 10,76 miliar untuk gedung OK Central. Rinciannya, pada 2017 sebesar Rp 5,4 miliar dari DAK dan pada 2018 dialokasikan Rp 5,36 miliar dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Tahun ini kembali dialokasikan Rp 10 miliar dari DAK.

OK Central dibangun karena OK Central yang ada saat ini belum tersentralisasi. Selama ini kegiatan operasi dilakukan di ruangan masing-masing. Dengan adanya OK Central baru, kegiatan operasi akan dipusatkan di ruangan ini. Baik untuk operasi mata, bedah, maupun obgyn. (riz/rud/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

PURWOREJO, Radar Bromo – Fasilitas di gedung OK Central milik RSUD dr R. Soedarsono Kota Pasuruan, dipastikan semakin lengkap. Itu, setelah rumah sakit pelat merah ini kembali melanjutkan pembangunan proyek multiyears ini.

Sejak beberapa minggu terakhir, sejumlah pekerja menggarap gedung yang terletak di lahan bekas Akademi Keperawatan (Akper) lama. Proyek dari dana alokasi khusus (DAK) ini ditarget rampung Desember mendatang.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr R. Soedarsono Kota Pasuruan dr Tina Soelistiani membenarkan lanjutan pembangunan OK Central sudah mulai digarap. Proyek ini dilaksanakan mulai pertengahan September lalu. “Memang sudah mulai dikerjakan. Ini, lanjutan dari proyek yang belum rampung sebelumnya karena memang multiyears,” ujarnya.

Mobile_AP_Half Page

Tina mengatakan, pembangunan lanjutan ini dialokasikan Rp 10 miliar dari DAK. Anggaran diperuntukkan sejumlah item. Seperti, penyelesaian fisik dan pemenuhan sarana penunjang. Yakni, modular operation theater (MOT) berupa pemasangan keramik, plafon, pintu masuk, dan listrik. Pihaknya juga akan melaksanakan MOT pada OK Central tahun ini.

MOT ini bertujuan menyesuaikan ruangan di dalam OK Central, sehingga sesuai dengan standar dan aspek keselamatan bagi pasien. MOT ini dilakukan di ruangan I dan II. Namun, OK Central belum bisa difungsikan tahun ini. Sebab, RSUD masih menunggu penyelesaian OK Central secara keseluruhan, sehingga ruangan benar-benar steril untuk pasien. “Insyaallah pembangunan melalui dana DAK tahun ini rampung tepat waktu. Sesuai kontrak pertengahan Desember mendatang,” ujar Tina.

Diketahui, dua tahun terakhir RSUD telah mengalokasikan anggaran Rp 10,76 miliar untuk gedung OK Central. Rinciannya, pada 2017 sebesar Rp 5,4 miliar dari DAK dan pada 2018 dialokasikan Rp 5,36 miliar dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Tahun ini kembali dialokasikan Rp 10 miliar dari DAK.

OK Central dibangun karena OK Central yang ada saat ini belum tersentralisasi. Selama ini kegiatan operasi dilakukan di ruangan masing-masing. Dengan adanya OK Central baru, kegiatan operasi akan dipusatkan di ruangan ini. Baik untuk operasi mata, bedah, maupun obgyn. (riz/rud/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2