alexametrics
29.3 C
Probolinggo
Saturday, 21 May 2022

Penilaian Sinergitas Kinerja Kecamatan di Kota Probolinggo, Semuanya Tunjukkan Program Unggulan

Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Probolinggo, kembali menggelar Penilaian Sinergitas Kinerja Kecamatan. Kegiatan yang dilakukan setiap tahun ini, bertujuan menilai kondisi empiris lima kecamatan di Kota Probolinggo.

———–

Pemkot Probolinggo terus berusaha meningkatkan pelayanan kepada warga. Termasuk di tingkat kecamatan. Karenanya, melalui Bagian Pemerintahan, Pemkot Probolinggo menggelar Penilaian Kinerja Kecamatan.

Kegiatan ini digelar saban tahun. Namun, tahun ini dilakukan berbeda karena melibatkan juri independen. Ada dosen, praktisi, dan pensiunan pegawai yang sekaligus praktisi. Harapannya, juri independen ini bisa memberikan masukan terhadap pelayanan kecamatan selama ini.

Ada lima juri yang telah ditunjuk. Di antaranya, Asisten Pemerintahan Pemkot Probolinggo Gogol Sudjarwo; Dosen Universitas Brawijaya Malang Wawan Kuswandoro; Dosen Universitas Pancamarga Ismail Pandji; General Manager Jawa Pos Radar Bromo H.A. Suyuti; dan Pengurus MUI Kota Probolinggo Ikhsan Mahmudi.

“Kegiatan ini juga untuk mengukur capaian kinerja kecamatan. Serta, memotivasi kecamatan untuk memiliki peran strategis dalam penyelenggaraan pemda. Mengembangkan kreativitas dan inovasi program pembangunan, serta meningkatkan kapasitas aparatur kecamatan dalam penyelenggaraan pelayanan dasar,” ujar Kasubag Pemerintahan Kecamatan, Bagian Pemerintahan Sekretariatan Daerah Kota Probolinggo Bagus Prasetyo.

Menurutnya, ada enam parameter menjadi tolok ukur penilaian kinerja kecamatan. Yaitu, penyelenggaraan pelayanan terpadu kecamatan, pelaksanaan tugas delegatif, penyelenggaraan tugas atributif, inovasi atau kreativitas, tata kelola pemerintahan, dan keberadaan data pembangunan kecamatan.

DISKUSI: Sejumlah juri Sinergitas Kinerja Kecamatan, Wawan Kuswandoro (kanan), H.A. Suyuti (kanan), dan Ismail Pandji (dua dari kanan) saat berdiskusi. (Foto: Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Dalam kegiatan ini, Kamis (26/9) lima camat dari lima kecamatan memaparkan program serta capaian kinerjanya di hadapan tim juri. Yakni, Kecamatan Kanigaran, Kedopok, Wonoasih, Mayangan, dan Kademangan. Pemaparan itu digelar di Ruang Sabha Bina Praja Pemkot Probolinggo.

Staf Ahli Wali Kota Paeni Effendi dalam sambutannya mengatakan, acara ini digelar untuk mengetahui kinerja dan sampai sejauh mana pola pemerintahan yang dibangun di tingkat kecamatan. “Untuk mengetahui bagaimana pelayanan terpadu, pelaksanaan tugas, dan tata kelola di tingkat kecamatan,” ujarnya.

Kabag Pemerintahan Pemkot Probolinggo Inalusi Linawati mengatakan, pihaknya menunjuk juri independen dalam kegiatan ini. Tujuannya, menjaga independensi dan objektivitas penilaian agar tidak terjadi ketimpangan. Sebab, pemenang lomba ini tak hanya akan berkompetisi di Kota Probolinggo. “Pemenang akan mewakili Kota Probolinggo menuju tingkat provinsi. Acaranya sama, juga sinergitas kinerja,” ujarnya.

Usai kegiatan seremonial, para peserta yang terbentuk menjadi tim dari pihak kecamatan langsung mempresentasikan kinerjanya. Setiap tim minimal terdiri atas lima instansi di kecamatan. Di antaranya, dari Koramil, Polsek, Karang Taruna, Puskesmas, dan TP PKK. Dalam sesi tanya jawab, camat bisa menunjuk peserta timnya untuk menjawab.

Kecamatan Kademangan mendapatkan giliran kali pertama untuk presentasi. Camat Kademangan Pujo Agung Satrio mengatakan, dalam usaha mengembangkan perekonomian, pihaknya bersama Forkopimka berusaha memelihara dan mengenalkan objek wisata. “Semua pihak ikut andil. Salah satunya di wisata Pantai Permata Pilang,” ujarnya.

Kecamatan Kademangan juga memiliki program unggulan, Kademangan Bangkit. Program ini berkaitan dengan Program BPJS Bangkit. Pelayanannya sudah menggunakan website dan android. “Kemudahan akses pelayanan menjadi salah satu program utama kami,” ujar Pujo.

Peserta kedua juga memaparkan pola pelayanan yang dilakukan. Camat Mayangan Muhammad Abbas mengatakan, pihaknya mempunyai program bernama Majengan Berlari. Program ini bertujuan memberikan pelayanan yang lebih maksimal. Seperti pelayanan kesehatan gratis. “Tidak hanya pelayanan, kami juga menyiapkan lapak untuk mengenalkan produk IKM,” ujarnya.

Kecamatan Wonoasih juga memiliki program yang bertujuan membangun perekonomian dengan cara membangun Kampung Berkelas. Program ini fokus pada pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan wisata.

Camat Wonoasih Deus Nawandi mengatakan, Kampung Berkelas untuk menunjukkan kepada masyarakat luas bagaimana pengelolaan tanaman, lingkungan, dan badan usaha milik bersama. Kecamatan ini juga memiliki wisata mini refting yang berlokasi di Kali Bungor, Kelurahan Kedungasem.

Kecamatan Kedopok juga mengedepankan pelayanan dan pemberdayaan. Menurut Camat Kedopok Imam Cahyadi, ada beberapa bidang yang menjadi program yang dikedepankan. Seperti di bidang keamanan. Itu, digambarkan dari sinergitas setiap elemen di ruang lingkup kecamatan. Seperti, Koramil, Polsek, desa, dan warga.

Terakhir, Kecamatan Kanigaran, juga memiliki program unggulan pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Kecamatan ini memiliki paguyuban yang bernama Warung Kuliner (Wakul). Fungsinya, untuk menjaga komunikasi antarpelaku UMKM untuk bertukar pendapat. “Sebagai Wadah UMKM untuk menjaga dan mengembangkan,” ujar Camat Kanigaran Pudi Adji Tjahjo Wahono. (mg1/*)

Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Probolinggo, kembali menggelar Penilaian Sinergitas Kinerja Kecamatan. Kegiatan yang dilakukan setiap tahun ini, bertujuan menilai kondisi empiris lima kecamatan di Kota Probolinggo.

———–

Pemkot Probolinggo terus berusaha meningkatkan pelayanan kepada warga. Termasuk di tingkat kecamatan. Karenanya, melalui Bagian Pemerintahan, Pemkot Probolinggo menggelar Penilaian Kinerja Kecamatan.

Kegiatan ini digelar saban tahun. Namun, tahun ini dilakukan berbeda karena melibatkan juri independen. Ada dosen, praktisi, dan pensiunan pegawai yang sekaligus praktisi. Harapannya, juri independen ini bisa memberikan masukan terhadap pelayanan kecamatan selama ini.

Ada lima juri yang telah ditunjuk. Di antaranya, Asisten Pemerintahan Pemkot Probolinggo Gogol Sudjarwo; Dosen Universitas Brawijaya Malang Wawan Kuswandoro; Dosen Universitas Pancamarga Ismail Pandji; General Manager Jawa Pos Radar Bromo H.A. Suyuti; dan Pengurus MUI Kota Probolinggo Ikhsan Mahmudi.

“Kegiatan ini juga untuk mengukur capaian kinerja kecamatan. Serta, memotivasi kecamatan untuk memiliki peran strategis dalam penyelenggaraan pemda. Mengembangkan kreativitas dan inovasi program pembangunan, serta meningkatkan kapasitas aparatur kecamatan dalam penyelenggaraan pelayanan dasar,” ujar Kasubag Pemerintahan Kecamatan, Bagian Pemerintahan Sekretariatan Daerah Kota Probolinggo Bagus Prasetyo.

Menurutnya, ada enam parameter menjadi tolok ukur penilaian kinerja kecamatan. Yaitu, penyelenggaraan pelayanan terpadu kecamatan, pelaksanaan tugas delegatif, penyelenggaraan tugas atributif, inovasi atau kreativitas, tata kelola pemerintahan, dan keberadaan data pembangunan kecamatan.

DISKUSI: Sejumlah juri Sinergitas Kinerja Kecamatan, Wawan Kuswandoro (kanan), H.A. Suyuti (kanan), dan Ismail Pandji (dua dari kanan) saat berdiskusi. (Foto: Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Dalam kegiatan ini, Kamis (26/9) lima camat dari lima kecamatan memaparkan program serta capaian kinerjanya di hadapan tim juri. Yakni, Kecamatan Kanigaran, Kedopok, Wonoasih, Mayangan, dan Kademangan. Pemaparan itu digelar di Ruang Sabha Bina Praja Pemkot Probolinggo.

Staf Ahli Wali Kota Paeni Effendi dalam sambutannya mengatakan, acara ini digelar untuk mengetahui kinerja dan sampai sejauh mana pola pemerintahan yang dibangun di tingkat kecamatan. “Untuk mengetahui bagaimana pelayanan terpadu, pelaksanaan tugas, dan tata kelola di tingkat kecamatan,” ujarnya.

Kabag Pemerintahan Pemkot Probolinggo Inalusi Linawati mengatakan, pihaknya menunjuk juri independen dalam kegiatan ini. Tujuannya, menjaga independensi dan objektivitas penilaian agar tidak terjadi ketimpangan. Sebab, pemenang lomba ini tak hanya akan berkompetisi di Kota Probolinggo. “Pemenang akan mewakili Kota Probolinggo menuju tingkat provinsi. Acaranya sama, juga sinergitas kinerja,” ujarnya.

Usai kegiatan seremonial, para peserta yang terbentuk menjadi tim dari pihak kecamatan langsung mempresentasikan kinerjanya. Setiap tim minimal terdiri atas lima instansi di kecamatan. Di antaranya, dari Koramil, Polsek, Karang Taruna, Puskesmas, dan TP PKK. Dalam sesi tanya jawab, camat bisa menunjuk peserta timnya untuk menjawab.

Kecamatan Kademangan mendapatkan giliran kali pertama untuk presentasi. Camat Kademangan Pujo Agung Satrio mengatakan, dalam usaha mengembangkan perekonomian, pihaknya bersama Forkopimka berusaha memelihara dan mengenalkan objek wisata. “Semua pihak ikut andil. Salah satunya di wisata Pantai Permata Pilang,” ujarnya.

Kecamatan Kademangan juga memiliki program unggulan, Kademangan Bangkit. Program ini berkaitan dengan Program BPJS Bangkit. Pelayanannya sudah menggunakan website dan android. “Kemudahan akses pelayanan menjadi salah satu program utama kami,” ujar Pujo.

Peserta kedua juga memaparkan pola pelayanan yang dilakukan. Camat Mayangan Muhammad Abbas mengatakan, pihaknya mempunyai program bernama Majengan Berlari. Program ini bertujuan memberikan pelayanan yang lebih maksimal. Seperti pelayanan kesehatan gratis. “Tidak hanya pelayanan, kami juga menyiapkan lapak untuk mengenalkan produk IKM,” ujarnya.

Kecamatan Wonoasih juga memiliki program yang bertujuan membangun perekonomian dengan cara membangun Kampung Berkelas. Program ini fokus pada pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan wisata.

Camat Wonoasih Deus Nawandi mengatakan, Kampung Berkelas untuk menunjukkan kepada masyarakat luas bagaimana pengelolaan tanaman, lingkungan, dan badan usaha milik bersama. Kecamatan ini juga memiliki wisata mini refting yang berlokasi di Kali Bungor, Kelurahan Kedungasem.

Kecamatan Kedopok juga mengedepankan pelayanan dan pemberdayaan. Menurut Camat Kedopok Imam Cahyadi, ada beberapa bidang yang menjadi program yang dikedepankan. Seperti di bidang keamanan. Itu, digambarkan dari sinergitas setiap elemen di ruang lingkup kecamatan. Seperti, Koramil, Polsek, desa, dan warga.

Terakhir, Kecamatan Kanigaran, juga memiliki program unggulan pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Kecamatan ini memiliki paguyuban yang bernama Warung Kuliner (Wakul). Fungsinya, untuk menjaga komunikasi antarpelaku UMKM untuk bertukar pendapat. “Sebagai Wadah UMKM untuk menjaga dan mengembangkan,” ujar Camat Kanigaran Pudi Adji Tjahjo Wahono. (mg1/*)

MOST READ

BERITA TERBARU

/