Jalur Menuju Lautan Pasir Bromo Dikeluhkan Wisatawan, Ini Pemicunya

SUKAPURA – Material perbaikan jalan di akses menuju lautan pasir Gunung Bromo dikeluhkan wisatawan. Pasalnya, material perbaikan itu membuat sejumlah pengendara motor terjatuh. Terlebih, akhir pekan lalu tingkat kunjungan ke Gunung Bromo terbilang tinggi.

Tri Fajar, 32, wisatawan asal Surabaya mengatakan, material berupa pasir dan batu membuat pengendara motor hilang keseimbangan. “Banyak yang terjatuh. Saya sampai dua kali jatuh,” katanya pada wartawan media ini, Minggu (29/7). Karena itu, sejumlah wisatawan harus balik kanan karena khawatir terjatuh.

Dalam pantauan Jawa Pos Radar Bromo, sejumlah warga sekitar terlihat membantu pengendara motor yang terjatuh. Mereka meminta pemotor memelankan laju kendaraannya. Warga juga meminta pengendara motor yang berboncengan, untuk menurunkan boncengannya.

Kasi TNBTS Wilayah 1 Sarmin tidak menampik banyaknya komplain akibat material pembangunan jalan yang ada di jalur menuju lautan pasir berserakan. Ia menjelaskan, sudah meminta pihak pelaksana proyek untuk merapikan material tersebut.

“Kami sudah perintahkan pelaksananya untuk merapikan material tersebut. Besok (Senin, 30/7, Red) saya minta dibersihkan agar tidak ada yang komplain lagi,” ungkapnya. Pihaknya tidak bisa menghentikan perbaikan jalan karena lokasi tersebut memang butuh diperbaiki.

“Harus sama-sama jalan. Jadi, pelaksana proyeknya harus membereskan agar material tidak berserakan. Dengan demikian, pembangunan jalan dan kunjungan wisatawan tidak terganggu,” ungkapnya.

Sementara itu, libur akhir pekan kemarin, kunjungan wisatawan ke kawasan wisata Gunung Bromo mengalami peningkatan. Peningkatan yang terjadi bukan hanya di pintu masuk Probolinggo, melainkan juga terjadi pada pintu masuk dari Pasuruan. Baik itu wisatawan mancanegara maupun nusantara.

Berdasarkan data kunjungan yang ada di TNBTS pada hari Sabtu (28/7), di pintu masuk Probolinggo yang ada di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, ada sekitar 646 wisatawan nusantara dan 80 wisatawan mancanegara. Sementara dari pintu masuk Pasuruan di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, tercatat ada 737 wisatawan nusantara dan 37 wisatawan mancanegara.

Sedangkan Minggu (29/7), dari pintu masuk Probolinggo ada 1.776 wisatawan nusantara dan 88 wisatawan mancanegara. Sementara dari Pasuruan, ada 1.913 wisatawan nusantara dan 34 wisatawan mancanegara.

Sarmin mengatakan, membeludaknya wisatawan pada pekan ini lantaran masuk dalam kategori high season. “Memang ada peningkatan. Ini, sudah terjadi sejak awal bulan ini,” terangnya. Meningkatnya kunjungan di Bromo ini akan belangsung hingga Agustus mendatang. (sid/rf/mie)


BERBAHAYA: Material batu dan pasir yang ada di jalur menuju Gunung Bromo dikeluhkan wisatawan. Tidak sedikit pengendara motor yang terjatuh karena kondisi jalan licin. (Radfan Faisal/Jawa Pos Radar Bromo)