Penumpang di Terminal Bayuangga Sepi, Turun Drastis Sejak Ada Korona

LENGANG: Ruang Tunggu Penumpang di Terminal Bayuangga, Kota Probolinggo, tampak sepi. Hanya ada sejumlah penumpang yang terlihat menunggu bus yang akan segera diberangkatkan. (Achmad Arianto/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

KADEMANGAN, Radar Bromo – Antisipasi penyebaran virus korona juga berdampak pada jumlah penumpang yang datang dan berangkat di Terminal Bayuangga Kota Probolinggo. Sejak tiga bulan terakhir, jumlah penumpang terus menurun.

Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Bayuangga Kota Probolinggo Budi Hardjo menuturkan, penurunan penumpang telah diprediksi sebelumnya. Sebab, adanya imbauan agar melakukan social distancing karena penyebaran virus korona yang makin meluas.

“Tidak ada pembatasan armada yang masuk dan keluar dari terminal. Berjalan seperti biasanya, namun karena ada imbauan dari pemerintah terkait pencegahan penyebaran virus korona, sejumlah bus di Terminal Bayuangga, hanya tidak banyak mengangkut penumpang,” ujarnya.

Menurutnya, sejak tiga bulan belakangan, Jumat (27/3), telah tercatat ada 1.391 kendaraan yang datang dengan 2.752 penumpang. Kemudian, ada 1.349 kendaraan dengan 4.764 penumpang yang berangkat. Jumlah itu mengalami penurunan dibandingkan dua bulan sebelumnya.

Pada Februari, tercatat ada 14.090 kendaraan yang datang dengan 43.200 penumpang. Kemudian, sebanyak 13.992 kendaraan berangkat dengan 72.923 penumpang. Pada Januari, tercatat sebanyak 15.358 kendaraan yang datang dengan 48.505 penumpang. Kemudian, 15.067 kendaraan berangkat dengan 83.516 penumpang.

“Berdasarkan data yang tercatat dari Februari mengalami penurunan sekitar 25 persen daripada bulan Januari. Untuk bulan Maret mengalami penurunan yang cukup drastis,” ujarnya.

Budi memastikan, belum ada batasan atau penyetopan armada bus yang berasal dari beberapa wilayah. Baik dari arah Surabaya, Malang, maupun Jember, masih berjalan seperti biasa. Namun, karena jumlah penumpang terus menurun, bus yang datang dan berangkat juga berkurang.

Selain itu, Budi mengatakan, ada perlakukan khusus yang diterapkan pengelola terminal untuk mengantisipasi penyebaran virus korona. Salah satunya dengan menyemprot setiap bus yang datang menggunakan cairan disinfektan. “Upaya pencegahan penyebaran virus korona juga tetap dilakukan. Utamanya di ruang tunggu penumpang serta bus yang datang atau berangkat,” ujarnya. (ar/rud/fun)