Masih Pandemi Korona, Perpanjang Masa Belajar di Rumah

BANGIL, Radar Bromo – Menjelang masa akhir belajar di rumah, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Pasuruan memperpanjang masa “liburan” siswa. Mereka tetap harus belajar di rumah sampai tanggal 5 April.

Iswahyudi, kepala Dispendik Kabupaten Pasuruan mengatakan, sudah memberikan edaran terbaru untuk kepala sekolah di Kabupaten Pasuruan. Mulai tingkat TK, SD, sampai SMP. Isi edaran menyampaikan bahwa masa belajar di rumah diperpanjang hingga 5 April.

“Sebelumnya, masa belajar di rumah sampai 29 Maret besok. Namun, akhirnya kita perpanjang sampai 5 April,” terangnya.

Dalam Surat Edaran yang dikeluarkan Dispendik Kabupaten Pasuruan itu, perpanjangan masa “liburan” ini untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. Selain itu, juga menindaklanjuti SE Menteri Pendidikan dan pelaksanaan kebijakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

Selama masa belajar diperpanjang, tugas-tugas tetap diberikan kepada peserta didik secara daring dan mengacu kurikulum. Namun, guru juga harus mempertimbangkan waktu dan tingkat kesulitan tugas. Sehingga, tidak memberatkan peserta didik, baik dari segi teknis dan waktu.

Di sisi lain, ujian nasional yang dihapus tahun ini membuat penilaian kelulusan berubah. Penilaian ujian akhir semester dapat dilakukan dalam bentuk portofolio nilai rapor, prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan, tes daring, dan bentuk asesmen jarak jauh.

“Dan tidak boleh melakukan tes dengan mengumpulkan peserta didik. Baik untuk ujian kenaikan kelas, termasuk ujian semester,” terangnya.

Di Kabupaten Probolinggo, Plt Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi menegaskan hal serupa. Menurutnya, sebelumnya ditentukan kegiatan belajar di rumah sampai Minggu (29/3). Namun, melihat kondisi yang belum memungkinkan, maka kegiatan belajar di rumah dilanjutkan.

“Kondisi masih belum memungkinkan. Jumlah Orang Dalam Pantauan (ODP) di Kabupaten terus meningkat. Jadi, kegiatan belajar terus dilakukan di rumah sampai situasi aman,” ujarnya.

Namun, kegiatan belajar di rumah tetap mendapatkan pengawasan tenaga pendidik. Setiap hari masih ada tugas yang harus dikerjakan oleh siswa sebagai pengganti sekolah.

“Tenaga pendidik juga memberikan tugas yang nanti harus dikerjakan oleh murid. Kemudian, tugas tersebut akan dikirimkan kepada tenaga pendidik,” tuturnya.

Pihaknya pun terus berkoordinasi dengan Satgas Penanggulangan dan Pecepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo untuk mengetahui perkembangan lebih lanjut. “Kami terus berkoordinasi dengan satgas. Jika satgas menyatakan aman dan memungkinkan, maka secepatnya kegiatan belajar mengajar akan kembali normal,” pungkasnya.

Sedangkan di Kota Probolinggo, kegiatan belajar di rumah juga terus berlangsung. Moch Maskur, kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo menyebut, sejak awal masa belajar di rumah yang diumumkan oleh Wali Kota Probolinggo, memang tidak ditetapkan masa berakhirnya. Kegiatan belajar di rumah dilakukan sampai ada pengumuman lebih lanjut.

“Sesuai dengan yang disampaikan Bapak Wali Kota, selama belum ada pengumuman untuk masuk sekolah, ya tetap belajar di rumah,” ujarnya.

Hingga kemarin, memang belum ada pengumuman lanjutan kapan masa belajar siswa di rumah berakhir. “Karena itu, siswa dan tenaga pendidik masih libur sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Sambil melihat situasi terkait penyebaran wabah virus korona,” tegasnya. (eka/ar/put/hn)