Relokasi Pedagang Sumberdawesari Dipastikan Tidak Ada Pungutan

MENGAIS REZEKI: Sejumlah pedagang di tempat relokasi Pasar Desa Sumberdawesari, Kecamatan Grati, bertransaksi dengan sejumlah pembeli. Mereka direlokasi karena pasar desa lama masih diperbaiki. (Foto: Fahrizal Firmani/Radar Bromo)

Related Post

GRATI, Radar Bromo – Puluhan pedagang yang menempati lokasi sementara Pasar Desa Sumberdawesari, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, memastikan tidak ada pungutan oleh pihak desa. Selama ini pedagang hanya membayar retribusi rutin setiap bulan.

Salah seorang pedagang es dawet yang menempati relokasi, Kamila mengaku baru berjualan di lokasi baru ini sekitar sebulan. Lokasi baru ini cukup nyaman dibandingkan lokasi pasar desa lama di sisi timur lokasi ini. Sebab, lokasinya cukup luas dan bersih.

Ia memastikan tidak ada tarikan apapun yang dilakukan pihak desa saat menempati lokasi baru. Apalagi, jika tarikan hingga mencapai angka jutaan rupiah. “Modal saya tidak sampai sejuta. Hanya ratusan ribu. Mana mungkin saya bisa membayar. Waktu pindah, saya langsung menempati kios yang ada ini,” ujarnya.

WADUL: Perwakilan pedagang saat menyampaikan adanya potongan pada anggota DPRD, (27/1).(Dok. Radar Bromo)

 

Pernyataan senada diutarakan pedagang kelapa yang menempati kios di sebelah selatan, Mulyono. Ia mengatakan, ada pedagang yang memberi uang ke pihak desa, namun itu secara sukarela. “Tidak ada penarikan uang hingga puluhan juta. Kami ini kan cuma pedagang kecil. Mana mampu membayar segitu. Ada yang bayar, tapi itu sukarela,” ujarnya.

Kades Sumberdawesari Budiono Subari mengatakan, relokasi ini dilakukan sejak awal 2020. Ada 200 pedagang yang dipindah dan menempati lokasi sementara di lahan milik Dinas Pengairan Provinsi Jawa Timur.

Hal ini dilakukan karena pasar desa sedang direhab. Pemkab Pasuruan memperbaiki atap pasar dengan anggaran Rp 150 juta. Terkait pemindahan kembali pedagang, bergantung pada keinginan mereka.

“Kami ikut pedagang saja. Kalau disurvei memang ada yang ingin bertahan. Tidak memungkinkan jika semua pedagang di lokasi pasar desa yang lama. Kondisinya yang sempit,” ujar Bari.

Menurutnya, ada pedagang yang memang memberi uang pada pihak desa. Namun, jumlahnya tidak sampai jutaan dan itu karena keinginan pedagang. “Yang ada itu bayar retribusi setiap bulan. Besarannya sekitar Rp 1.500 per orang. Ini untuk membayar petugas jaga, kebersihan, dan parkir,” ujarnya. (riz/rud/fun)