Lilin Sambar Bensin, Toko-Rumah Warga Krucil Terbakar

TEPERCIK BENSIN: Ari, korban kebakaran di tokonya di Desa Kertosuko, Kecamatan Krucil. Korban mengalami luka bakar di tangan dan kaki dan dirawat di RSUD Waluyo Jati Kraksaan. (Istimewa)

Related Post

KRUCIL, Radar Bromo – Gara-gara menyalakan lilin, sebuah toko terbakar di Dusun Duren, Desa Kertosuko, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, Jumat (27/12). Bahkan, pemilik toko juga terbakar.

Ari, 37, pemilik toko itu, mengalami luka bakar serius di tangan dan kakinya. Korban pun dilarikan ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan.

Kapolsek Krucil Iptu Abdul Wahid menjelaskan, kebakaran itu terjadi pukul 20.00. Saat itu, aliran listrik di Krucil sedang padam. Korban pun menyalakan lilin di tokonya.

Pada saat bersamaan, korban mengisi botol bensin dengan menggunakan penerangan dari lilin. Korban memang menjual bensin eceran di tokonya.

Saat tengah mengisi botol bensin itulah, sebuah botol yang sudah diisi bensin tersenggol. Botol pun pecah. Tahu ada botol bensin pecah, Rk, 11, anak korban lantas masuk ke toko.

Dia kemudian mengambil lilin yang menyala di toko itu. Sambil membawa lilin, Rk mendekati ayahnya. Maksudnya, memberikan penerangan dengan lilin untuk membersihkan pecahan botol.

Namun, nahas. Api dari lilin lantas menyambar bensin yang tercecer di lantai toko. Api pun langsung membara.

“Saat anak korban hendak membantu ayahnya itulah, api dari lilin yang di bawanya menyambar bensin yang tercecer di lantai toko,” ujarnya.

Tidak hanya menyambar ceceran bensin di lantai. Api yang membara, lantas menyambar botol bensin yang dipegang korban.

Korban pun kaget. Dalam posisi kaget itulah, bensin di botol memercik ke tubuh tubuh. Sehingga, api dengan cepat juga menyambar tubuh korban. Tangan dan kaki korban pun terbakar. Bahkan, mengalami luka bakar parah.

“Jadi, botol bensin yang dibawa korban juga terbakar. bensin menyebar ke tangan dan kaki korban. Akibatnya, dua bagian tubuh korban itu mengalami luka bakar,” ujarnya.

Tidak hanya membakar toko dan pemiliknya. Kapolsek menyebut, api juga membakar dapur rumah korban.

Beruntung, warga sekitar yang mengetahui kebakaran itu, saling gotong royong memadamkan api. Sehingga, api tidak menjalar ke rumah tetangga.

“Dibutuhkan waktu tujuh jam untuk memadamkan api di rumah dan toko korban. Sebab, penerangan sedang minim. Pemadaman juga dilakukan manual,” tuturnya.

Saat itu juga, korban lantas dilarikan ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Karena kebakaran itu, korban mengalami kerugian material sekitar Rp 50 juta.

Humas RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Sugianto saat dikonfirmasi membenarkan ada pasien luka bakar dari Krucil. Korban menurutnya, kemarin sudah selesai dioperasi. Operasai bertujuan membersihkan luka bakar pada kaki dan tangan korban yang mencapai 20 persen.

“Selesai operasi pembersihan, korban masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut. Jadi saat ini korban belum bisa dipulangkan atau rawat jalan,” ujarnya. (mg1/hn)