alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Penjabelan Motor Wasit Silat, FIF Pastikan Tunggakan Belum Dibayar

KRAKSAAN – Kasus penjabelan sepeda motor milik Dian Meirina, 33, warga Desa Sumberanyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, masih terus bergulir. FIF Group Cabang Probolinggo langsung mengecek pembayaran motor Honda Beat bernomor polisi Malang itu.

Hasilnya, pihak FIF Group memastikan saat diamankan pembayaran kredit sepeda motor ini ada tunggakan. Yakni belum dibayar selama 2 bulan.

Kepala Cabang FIF Group Probolinggo Slamet Hariyanto mengatakan, tidak benar adanya angsuran motor yang dikendarai Dian sudah lunas dan tinggal mengambil BPKB-nya. Sebab, dari hasil koordinasi FIF Group Unit Malang dan pengecekan, diketahui ada tunggakan dua bulan dan denda yang belum dibayar oleh konsumen atas nama Rizka Ardianti atau saudara Dian.

“Kami waktu itu mengembalikan motor dan membiarkan Dian pulang karena hasil koordinasi dengan Unit Malang ada kesiapan konsumen untuk melunasi. Tidak benar jika motor itu dikembalikan karena memang sudah lunas dan tinggal ambil BPKB-nya,” ujarnya pada Jawa Pos Radar Bromo.

Slamet menjelaskan, timnya melakukan pencetakan rekap pembayaran atas nama konsumen Rizka. Dari sana diketahui ada keterlambat 125 hari. Angsuran ini seharusya selesai pada 14 Agustus 2018.

Nah, saat diarahkan ke kantor FIF Pos Kraksaan, Jumat (16/11) lalu, Dian menyadari keterlambatannya dan setuju untuk menandatangani Berita Acara Penyerahan Kendaraan Bermotor (BAPKB). “Saat pemegang unit motor menandantangani BAPKB, juga berjanji membayar hari itu juga,” ujarnya.

Saat mendatangi Kantor FIF Pos Kraksaan, menurut Slamet, Dian menyerahkan bukti pembayaran lunas. Namun, bukti itu diperoleh hari itu sekitar pukul 14.58. Atau, beberapa jam setelah sepeda motornya diamankan ke Kantor FIF Pos Kraksaan.

“Memang sore itu ada bukti pelunasan pembayaran yang disetorkan kepada kolektor kami di Malang. Tapi, transaksi pembayaran itu pukul 14.58, tanggal 16 November atau sesaat setelah kejadian,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, saat itu Dian yang hendak menjadi wasit silat Porkab di GOR Sasana Krida Kraksaan, dicegat tiga debt collector. Dian bersama motornya kemudian dibawa ke Kantor FIF Pos Kraksaan.

Motornya sempat diamankan karena pembayarannya menunggak. Namun, Dia mengaku sudah melunasinya dan tinggal mengambil BPKB-nya.

Kasus ini membuat rekan-rekan Dian tidak terima. Saat itu, mereka yang tergabung dalam Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Probolinggo melurug kantor FIF Pos Kraksaan. Bahkan, kasus ini juga dilaporkan ke Polres Probolinggo.

Beberapa waktu lalu, Dian kembali memastikan jika sudah mengurus dan melunasi pembayarannya. Menurutnya, transaksi pembayaran setelah adanya kejadian itu hanya pembayaran denda.

Menurutnya, permasalahan ini bukan soal keterlambatan pelunasan cicilan motornya. Melainkan perampasan yang dilakukan debt collector. (mas/rud)

KRAKSAAN – Kasus penjabelan sepeda motor milik Dian Meirina, 33, warga Desa Sumberanyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, masih terus bergulir. FIF Group Cabang Probolinggo langsung mengecek pembayaran motor Honda Beat bernomor polisi Malang itu.

Hasilnya, pihak FIF Group memastikan saat diamankan pembayaran kredit sepeda motor ini ada tunggakan. Yakni belum dibayar selama 2 bulan.

Kepala Cabang FIF Group Probolinggo Slamet Hariyanto mengatakan, tidak benar adanya angsuran motor yang dikendarai Dian sudah lunas dan tinggal mengambil BPKB-nya. Sebab, dari hasil koordinasi FIF Group Unit Malang dan pengecekan, diketahui ada tunggakan dua bulan dan denda yang belum dibayar oleh konsumen atas nama Rizka Ardianti atau saudara Dian.

“Kami waktu itu mengembalikan motor dan membiarkan Dian pulang karena hasil koordinasi dengan Unit Malang ada kesiapan konsumen untuk melunasi. Tidak benar jika motor itu dikembalikan karena memang sudah lunas dan tinggal ambil BPKB-nya,” ujarnya pada Jawa Pos Radar Bromo.

Slamet menjelaskan, timnya melakukan pencetakan rekap pembayaran atas nama konsumen Rizka. Dari sana diketahui ada keterlambat 125 hari. Angsuran ini seharusya selesai pada 14 Agustus 2018.

Nah, saat diarahkan ke kantor FIF Pos Kraksaan, Jumat (16/11) lalu, Dian menyadari keterlambatannya dan setuju untuk menandatangani Berita Acara Penyerahan Kendaraan Bermotor (BAPKB). “Saat pemegang unit motor menandantangani BAPKB, juga berjanji membayar hari itu juga,” ujarnya.

Saat mendatangi Kantor FIF Pos Kraksaan, menurut Slamet, Dian menyerahkan bukti pembayaran lunas. Namun, bukti itu diperoleh hari itu sekitar pukul 14.58. Atau, beberapa jam setelah sepeda motornya diamankan ke Kantor FIF Pos Kraksaan.

“Memang sore itu ada bukti pelunasan pembayaran yang disetorkan kepada kolektor kami di Malang. Tapi, transaksi pembayaran itu pukul 14.58, tanggal 16 November atau sesaat setelah kejadian,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, saat itu Dian yang hendak menjadi wasit silat Porkab di GOR Sasana Krida Kraksaan, dicegat tiga debt collector. Dian bersama motornya kemudian dibawa ke Kantor FIF Pos Kraksaan.

Motornya sempat diamankan karena pembayarannya menunggak. Namun, Dia mengaku sudah melunasinya dan tinggal mengambil BPKB-nya.

Kasus ini membuat rekan-rekan Dian tidak terima. Saat itu, mereka yang tergabung dalam Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Probolinggo melurug kantor FIF Pos Kraksaan. Bahkan, kasus ini juga dilaporkan ke Polres Probolinggo.

Beberapa waktu lalu, Dian kembali memastikan jika sudah mengurus dan melunasi pembayarannya. Menurutnya, transaksi pembayaran setelah adanya kejadian itu hanya pembayaran denda.

Menurutnya, permasalahan ini bukan soal keterlambatan pelunasan cicilan motornya. Melainkan perampasan yang dilakukan debt collector. (mas/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/