Lahan Produksi Garam Menurun, Ini Penyebabnya

BANGIL – Jumlah lahan pertanian garam di Kabupaten Pasuruan tahun ini menyusut. Penyusutan tersebut dipengaruhi banyaknya lahan yang tak digarap.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pasuruan Slamet Nurhandoyo mengungkapkan, penurunan yang terjadi mencapai 34 hektare. Tahun lalu, jumlah luasan lahan produksi garam di Kabupaten Pasuruan mencapai 277 hektare. Sementara tahun ini, hanya mencapai 243 hektare.

“Ada penurunan luasan lahan produksi garam tahun ini. Beberapa hal menjadi faktor penurunan tersebut,” kata Slamet.

Salah satunya, dipengaruhi keterbatasan tenaga kerja. Maklum, rata-rata penggarap pertanian garam di Kabupaten Pasuruan berasal dari Madura. Mereka datang ke Pasuruan untuk menggarap lahan-lahan garam yang disewakan warga lokal.

Di samping itu, persoalan modal menjadi faktornya. Mengingat, produksi garam juga membutuhkan dana tak sedikit. “Karena keterbatasan modal, makanya banyak lahan yang tak digarap,” sambung dia.

Hal ini pula yang akhirnya berdampak terhadap produksi garam di Kabupaten Pasuruan. Menurut Slamet, target produksi tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun 2017. Di mana, target tahun 2017 sebanyak 18.324 ton garam. Sementara tahun ini, targetnya mencapai 15.200 ton.

Turunnya target itu, dipengaruhi pula realisasi produksi garam tahun lalu. Di mana, dari target yang diancang-ancang itu, realisasinya baru 14.892 ton hingga akhir 2017.

Karena tak memenuhi target itulah, evaluasi target dilakukan. Sehingga, target produksi garam tahun ini turun dibanding tahun 2017. “Tapi, untuk tahun ini, kami yakin target bisa terealisasi,” pungkasnya. (one/fun)