alexametrics
28.3 C
Probolinggo
Friday, 12 August 2022

Jumlah KPM di Kabupaten Pasuruan Turun, Ini Jumlahnya

PASURUAN – Program Keluarga Harapan (PKH) tahap ke empat akan dicairkan awal November ini. di Kabupaten Pasuruan, jumlah penerima PKH tahap empat mencapai 87.721 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Turun 3.785 penerima dari sebelumnya.

Penurunan ini diketahui setelah dilakukan pemutakhiran data oleh pendamping PKG. Hadi Prayitno, koordinator PKH Kabupaten Pasuruan mengatakan, pemutakhiran data memang selalu dilakukan setiap kali akan pencairan. Hasilnya, selalu ada penurunan di setiap tahapnya.

“Ada banyak hal yang menyebabkan penerima turun. Selain tidak ada lagi komponen, juga ada KPM yang mengundurkan diri,” ujarnya.

KPM yang tidak memiliki komponen, bisa jadi lantaran anaknya sudah lulus SMA atau lansia meninggal. Alasan lainnya, ada juga yang mampu dan mandiri. Sehingga, tak layak mendapat program PKH.

Hadi menjelaskan, selain memberikan dana bantuan PKH, pendamping juga mengadakan Family Development System (FDS) atau pendampingan tentang pengembangan keluarga. “Selain pendidikan keluarga juga diajarkan tentang wirausaha. Dan, tak sedikit yang akhirnya mampu berusaha mandiri dan akhirnya dianggap mampu,” jelasnya.

Dikatakannya, tren penurunan penerima PKH ini juga terjadi secara nasional. Di Kabupaten Pasuruan sendiri, turun dari 91.506 pada tahap pertama, menjadi 87.721 KPM pada tahap ke empat. Atau, turun sebanyak 3.785 penerima.

Untuk tahap 4 sendiri, dijadwalkan pencairan dilakukan mulai awal November. Dana sebesar Rp 260 ribu langsung ditransfer ke rekening masing-masing KPM. (eka/fun)

PASURUAN – Program Keluarga Harapan (PKH) tahap ke empat akan dicairkan awal November ini. di Kabupaten Pasuruan, jumlah penerima PKH tahap empat mencapai 87.721 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Turun 3.785 penerima dari sebelumnya.

Penurunan ini diketahui setelah dilakukan pemutakhiran data oleh pendamping PKG. Hadi Prayitno, koordinator PKH Kabupaten Pasuruan mengatakan, pemutakhiran data memang selalu dilakukan setiap kali akan pencairan. Hasilnya, selalu ada penurunan di setiap tahapnya.

“Ada banyak hal yang menyebabkan penerima turun. Selain tidak ada lagi komponen, juga ada KPM yang mengundurkan diri,” ujarnya.

KPM yang tidak memiliki komponen, bisa jadi lantaran anaknya sudah lulus SMA atau lansia meninggal. Alasan lainnya, ada juga yang mampu dan mandiri. Sehingga, tak layak mendapat program PKH.

Hadi menjelaskan, selain memberikan dana bantuan PKH, pendamping juga mengadakan Family Development System (FDS) atau pendampingan tentang pengembangan keluarga. “Selain pendidikan keluarga juga diajarkan tentang wirausaha. Dan, tak sedikit yang akhirnya mampu berusaha mandiri dan akhirnya dianggap mampu,” jelasnya.

Dikatakannya, tren penurunan penerima PKH ini juga terjadi secara nasional. Di Kabupaten Pasuruan sendiri, turun dari 91.506 pada tahap pertama, menjadi 87.721 KPM pada tahap ke empat. Atau, turun sebanyak 3.785 penerima.

Untuk tahap 4 sendiri, dijadwalkan pencairan dilakukan mulai awal November. Dana sebesar Rp 260 ribu langsung ditransfer ke rekening masing-masing KPM. (eka/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/