Selama Pemilu, Anggota Polres Pasuruan Diminta Tak Lakukan Ini

TAK MEMIHAK: Kapolres Pasuruan AKBP Raydian Kokrosono saat memberi pernyataan pers, usai istighotsah akbar untuk berdoa agar pemilu damai dan aman Jumat (28/9) malam. (Humas Polres Pasuruan for Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

BANGIL – Kapolres Pasuruan AKBP Raydian Kokrosono mengingkatkan anggotanya untuk tidak cawe-cawe dalam Pileg dan Pilpres 2019. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga kondusifitas dalam penyelenggaraan pemilu.

Menurut Raydian, kepolisian dituntut untuk bisa netral. Tidak diperkenankan anggota untuk terlibat dalam kegiatan dukung mendukung calon. Baik di dunia maya, lebih-lebih secara terang-terangan.

“Kami yakinkan, kalau anggota harus menjaga netralitas. Tidak boleh seorang anggota kepolisian ikut-ikutan berpolitik,” terang Raydian.

Pihaknya pun mengingatkan agar anggotanya berhati-hati ketika melakukan foto-foto. Karena jangan sampai foto-foto yang dilakukan, menunjukkan simbol-simbol yang bisa mengarah ke dukungan.

“Makanya, ketika kami sekarang foto, lebih memilih untuk mengepalkan tangan. Tidak pakai jempol, tunjuk tangan, atau hal-hal lain. Karena khawatir, disalahgunakan,” sambungnya.

Bila terbukti ada anggota yang tak netral, tentu akan ada sanksi yang diberikan. Sanksi indisipliner itu akan diberikan. Tak hanya sanksi teguran, bahkan bisa pemecatan sampai pelanggaran yang dilakukan berat.

Raydian menambahkan, langkah tersebut dilakukan untuk menciptakan pemilu aman dan damai. Pihaknya pun menggandeng sejumlah kalangan untuk mewujudkan pemilu yang damai tersebut.

Di samping juga, menyiapkan anggota khusus untuk menjaga pemilu dari kerawanan. Terutama dalam kerawanan di dunia maya. “Sejauh ini, belum ada temuan yang menonjol. Selain menyiagakan cyber patrol kami juga sudah memiliki cyber crime. Jika ada indikasi hoax akan ditindaklanjuti,” bebernya di sela-sela kegiatan istighotsah akbar untuk berdoa agar pemilu damai dan aman. (one/fun)