Punya Ribuan Relawan Bencana, Tapi Hanya Sedikit yang Miliki Keahlian

ANGKUT: Salah seorang warga dibantu relawan untuk melintasi genangan banjir di Rejoso, beberapa waktu lalu. BPBD Kabupaten Pasuruan punya ribuan relawan kebencanaan. (Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

BANGIL – Letak geografis Kabupaten Pasuruan yang berada di area pegunungan dan lautan, memiliki risiko akan bencana. Pemkab tak bisa “berjuang” sendirian, tanpa adanya dukungan dari masyarakat. Karena itulah, banyak relawan bencana yang dibutuhkan. Hal ini dimaksudkan agar penanganan dan upaya dalam penyelamatan korban saat terjadinya bencana bisa lebih maksimal.

“Kami memang tidak bisa sendirian ketika bencana melanda. Dibutuhkan dukungan masyarakat, yakni relawan-relawan dalam mengatasi bencana tersebut,” terang Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana.

Bakti menambahkan, jumlah relawan di Kabupaten Pasuruan cukup banyak. Ada sekitar 5 ribuan orang yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Pasuruan. Namun, tidak semuanya memiliki keterampilan atau terlatih secara khusus.

Karena yang memiliki kemampuan khusus dalam penanganan saat terjadinya bencana, hanya sekitar 200 orang. “Kalau jumlah relawan, cukup banyak. Tapi, yang terlatih sangatlah sedikit,” ungkapnya.

Meski begitu, pihaknya meyakinkan, kalau kebutuhan relawan masih sangatlah tinggi. Terutama, di daerah yang memiliki risiko besar terhadap bencana. Seperti di Kalianyar.

“Idealnya, separo dari penduduk desa yang berisiko bencana, bisa menjadi relawan. Dengan begitu, penanganan dan penyelamatan seandainya ada korban bencana, bisa lebih maksimal,” imbuhnya di sela-sela kegiatan talkshow bertajuk Peningkatan Kesadaran Masyarakat Tanggap Bencana di Stapa Centre Bangil, Jumat (28/9).

Bakti menambahkan, beberapa cara dilakukan untuk memperbanyak sekaligus meningkatkan kemampuan relawan. Salah satunya, dengan mengadakan pelatihan. Di samping memaksimalkan kelompok relawan yang ada. (one/fun)