Polisi Sebut Pencurian Monitor Backhoe di TPA Blandongan TKP Sudah Rusak

DISELIDIKI: Backhoe milik Dinas Lingkungan Hidup dan Pertamanan yang biasa beroperasi di TPA Blandongan. Peralatan berupa CPU monitor di backhoe milik Pemkot Pasuruan tersebut baru saja dicuri. (Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

BUGULKIDUL – Pihak kepolisian tidak dapat berbuat banyak pada aksi pencurian sepasang monitor dan CPU yang terpasang di Backhoe Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Blandongan, Kecamatan Bugulkidul. Pasalnya, tempat kejadian perkara (TKP) sudah rusak.

Kapolsek Bugulkidul, AKP Maryono mengungkapkan pihaknya sudah melakukan identifikasi dan olah TKP Senin sore lalu (27/8). Dari olah TKP, peristiwa ini diduga kuat merupakan aksi pencurian sebab ada bekas pengrusakan pada kunci dua buah backhoe.

Namun, ia menyebut tahap penyidikan sangat sulit dilakukan. Sebab, peristiwa ini tidak kunjung dilaporkan oleh Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Petamanan (DLHKP). Kondisi ini membuat pihaknya kehilangan jejak pelaku.

Selain itu, sampai Selasa (28/8), Polsek maupun Polresta belum mendapatkan laporan resmi secara tertulis dari instansi bersangkutan mengenai permintaan penyidikan. Sehingga, penyidikan lanjutan sulit dilakukan oleh kepolisian.

“Kami sudah melakukan olah TKP. Memang kalau dilihat dari barang bukti, ini merupakan aksi pencurian. Tapi, kami belum menerima laporan resmi. Kami sangat menyayangkan DLHKP yang tidak kunjung melapor, padahal kejadiannya sudah Kamis,” jelas Maryono.

Seperti diketahui, aksi pencurian terjadi di TPA Blandongan, Kecamatan Bugulkidul Kamis lalu (23/8). Sepasang monitor dan CPU yang dipasang di backhoe untuk pengaturan sampah di TPA setempat hilang dicuri. Diperkirakan DLHKP mengalami kerugian tidak sedikit.

Usai kejadian itu, DLHKP mengaku sudah membuat laporan ke polisi. DLHKP menyebut, peristiwa ini harus diproses hukum. Sebab, monitor CPU pada backhoe adalah aset milik Pemkot Pasuruan. (riz/fun)