Bawaslu Belum Bisa Tetapkan Pelanggaran Atas Temuan Kurban Bergambar Caleg

PURWOREJO – Mencuatnya kasus pembagian daging kurban beratribut salah satu caleng DPR RI kini tengah didalami Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pasuruan. Setelah bersama Panwascam melakukan investigasi di lapangan. Bawaslu memproses temuan tersebut dengan Selasa (28/08) memanggil panitia dan saksi.

Misbahul Munir, Koordinator Divisi sengketa Bawaslu Kabupaten Pasuruan mengatakan dari masyarakat memang belum ada yang melapor. Tapi setelah dikroscek dan diinvestigasi di lapangan lokasi pembagian daging kurban di Desa Sambisirah, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, temuan tersebut ditindaklanjuti.

“Namun kami masih belum bisa menetapkan sebagai pelanggaran. Ada mekanisme yang harus dilakukan. Salah satunya adalah melakukan klarifikasi kepada panitia dan saksi,” jelasnya.

Pada hari Minggu lalu (26/8), Bawaslu sudah melayangkan surat panggilan untuk klarifikasi kepada panitia dan sejumlah saksi penerima kurban. Sehingga Selasa (28/8) ada sebanyak 7 orang yang datang ke Kantor Bawaslu Kabupaten Pasuruan untuk dimintai klarifikasi satu persatu.

Sayangnya pertemuan tertutup dan secara etik dikatakan media dilarang mengambil gambar. Dari 7 orang tersebut ada sebanyak 5 orang panitia dan 2 orang sebagai saksi penerima dari kurban beratribut stiker caleg DPR RI.

Misbahul mengatakan bahwa dalam klarifikasi ditanyakan terkait kegiatan, runtutan pembagian, termasuk teknis pembagian dan nantinya akan mengerucut dari siapa yang berkurban dan kenapa ada stiker caleg yang ditempelkan. Dari temuan dan klarifikasi ini, Bawaslu nanti akan membuat kajian dan rekomendasi.

Hal senada juga diungkapkan M Nasrub, Ketua Bawaslu Kabupaten Pasuruan, M Nasrub menyampaikan, dalam melakukan investigasi, Bawaslu akan menghimpun data, keterangan dan juga bukti-bukti yang menguatkan adanya temuan tersebut. Seluruhnya, kata Nasrub, akan dijadikan bahan dalam tahapan selanjutnya.

Bawaslu memiliki waktu selama tujuh hari kedepan, terhitung sejak temuan itu mencuat. “Kami bergerak semaksimal mungkin untuk memenuhi unsur formil dan materil. Jadi sementara ini belum bisa dipastikan ini termasuk pelanggaran atau bukan. Semua masih dalam proses,” jelasnya.

Ia memaparkan, hasil investigasi yang dilakukan oleh Panwascam itu nanti akan diterima dalam bentuk berita acara. Dengan demikian, Bawaslu akan mengkaji apakah semua unsur sudah terpenuhi. “Jika unsur formil dan materil lengkap, tentu akan naik ke tahap klarifikasi,” paparnya.

Diberitakan sebelumnya, pembagian daging kurban bergambar atribut salah satu caleg DPR RI terjadi dalam momentum Hari Raya Idul Adha (22/8) lalu. Dari penelusuran Jawa Pos Radar Bromo, pembagian daging kurban dengan atribut salah satu caleg itu terjadi di Desa Sambisirah, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan.

Sedikitnya, lebih dari seratus bungkus daging yang dibagikan ke masyarakat setempat. Masing-masing daging yang dibagikan itu memang terbungkus kantung plastik. Beratnya tak sampai 1 kilogram. Pembagiannya dilakukan menggunakan gerobak. Nah, ternyata hal itu tak serta merta pembagian daging kurban.

Sebab, ada atribut salah satu caleg DPR RI yang juga turut diberikan kepada warga. Atributnya berupa stiker yang tertempel dalam boks plastik wadah nasi. Dalam stiker itu menampilkan gambar salah satu caleg DPR RI Dapil 2 Jawa Timur bernomor urut 1. (eka/tom/fun)