alexametrics
30.3 C
Probolinggo
Monday, 23 May 2022

Perbaiki 96 Titik Imbas Kerusakan Tol Paspro, Usulkan 30 Titik Baru

TONGAS, Radar Bromo – Meski mempermudah akses transportasi, pembangunan jalan tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) juga menimbulkan kerusakan sejumlah infrastruktur di Kabupaten Probolinggo. Saat ini ada 30 titik infrastruktur yang rusak di wilayah kabupaten dan diajukan untuk diperbaiki pada pelaksana jalan tol.

Kepala Bappeda Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo melalui Kabid Infrastruktur Juwono menjelaskan, salah satu dampak dari pembangunan jalan tol Paspro yaitu rusaknya sejumlah infrastruktur daerah. Baik itu aset kabupaten, maupun desa.

Oleh karena itu, pelaksana jalan tol Paspro pun diminta melakukan perbaikan. Karena sesuai kesepakatan, kerusakan yang terjadi sebagai dampak dari pembangunan jalan tol akan diperbaiki oleh pelaksana jalan tol.

Beberapa waktu lalu, menurut Juwono, Pemkab Probolinggo mengajukan perbaikan infrastruktur yang rusak di 96 titik. Sebanyak 96 titik infrastruktur yang rusak itu pun sudah diperbaiki. Namun, dalam perjalanannya ada usulan tambahan dari desa untuk diperbaiki.

“Awal pengajuan, pelaksana jalan tol Paspro sudah menuntaskan perbaikan dan pembangunan dampak jalan tol. Ada 96 titik yang telah dirampungkan perbaikannya akibat pembangunan jalan tol,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, Minggu (28/7).

Ditambahkannya, kerusakan infrastruktur yang sudah diperbaiki itu beragam. Mulai infrastruktur jalan, drainase, maupun bangunan lainnya.

Setelah tuntas perbaikan infrastruktur yang rusak di 96 titik, menurut Juwono, ada pengajuan baru dari desa. untuk itu, pihaknya berencana melakukan survei. Jika kerusakan infrastruktur benar-benar terjadi karena dampak pembangunan jalan tol, maka pengajuan akan diteruskan ke pelaksana jalan tol Paspro.

“Ada sekitar 30 titik pengajuan baru yang masuk. Nanti akan kami bahas bersama dengan pelaksana jalan tol untuk ditindaklanjuti perbaikannya,” katanya.

Manajer pelaksana PT Trans Jawa Tol Paspro Ridho Cahyono mengatakan, pihaknya siap melakukan perbaikan pada infrastruktur yang rusak. Asalkan, kerusakan infrastruktur yang terjadi, benar-benar diakibatkan oleh pembangunan jalan tol Paspro. Selama ini, pihaknya sudah menuntaskan perbaikan dan pembangunan di 96 titik.

“Nanti kami tunggu hasil survei dari pemerintah daerah. Jika memang usulan baru itu benar dampak dari pembangunan jalan tol, kami siap mengerjakan perbaikan,” ungkapnya. (mas/hn)

TONGAS, Radar Bromo – Meski mempermudah akses transportasi, pembangunan jalan tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) juga menimbulkan kerusakan sejumlah infrastruktur di Kabupaten Probolinggo. Saat ini ada 30 titik infrastruktur yang rusak di wilayah kabupaten dan diajukan untuk diperbaiki pada pelaksana jalan tol.

Kepala Bappeda Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo melalui Kabid Infrastruktur Juwono menjelaskan, salah satu dampak dari pembangunan jalan tol Paspro yaitu rusaknya sejumlah infrastruktur daerah. Baik itu aset kabupaten, maupun desa.

Oleh karena itu, pelaksana jalan tol Paspro pun diminta melakukan perbaikan. Karena sesuai kesepakatan, kerusakan yang terjadi sebagai dampak dari pembangunan jalan tol akan diperbaiki oleh pelaksana jalan tol.

Beberapa waktu lalu, menurut Juwono, Pemkab Probolinggo mengajukan perbaikan infrastruktur yang rusak di 96 titik. Sebanyak 96 titik infrastruktur yang rusak itu pun sudah diperbaiki. Namun, dalam perjalanannya ada usulan tambahan dari desa untuk diperbaiki.

“Awal pengajuan, pelaksana jalan tol Paspro sudah menuntaskan perbaikan dan pembangunan dampak jalan tol. Ada 96 titik yang telah dirampungkan perbaikannya akibat pembangunan jalan tol,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, Minggu (28/7).

Ditambahkannya, kerusakan infrastruktur yang sudah diperbaiki itu beragam. Mulai infrastruktur jalan, drainase, maupun bangunan lainnya.

Setelah tuntas perbaikan infrastruktur yang rusak di 96 titik, menurut Juwono, ada pengajuan baru dari desa. untuk itu, pihaknya berencana melakukan survei. Jika kerusakan infrastruktur benar-benar terjadi karena dampak pembangunan jalan tol, maka pengajuan akan diteruskan ke pelaksana jalan tol Paspro.

“Ada sekitar 30 titik pengajuan baru yang masuk. Nanti akan kami bahas bersama dengan pelaksana jalan tol untuk ditindaklanjuti perbaikannya,” katanya.

Manajer pelaksana PT Trans Jawa Tol Paspro Ridho Cahyono mengatakan, pihaknya siap melakukan perbaikan pada infrastruktur yang rusak. Asalkan, kerusakan infrastruktur yang terjadi, benar-benar diakibatkan oleh pembangunan jalan tol Paspro. Selama ini, pihaknya sudah menuntaskan perbaikan dan pembangunan di 96 titik.

“Nanti kami tunggu hasil survei dari pemerintah daerah. Jika memang usulan baru itu benar dampak dari pembangunan jalan tol, kami siap mengerjakan perbaikan,” ungkapnya. (mas/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/