alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

7 Bulan, 6 PNS Pemkab Pasuruan Ajukan Pensiun Dini

BANGIL, Radar Bromo – Pemkab Pasuruan tahun ini bakal kehilangan banyak pegawai negeri sipil (PNS). Selain ada 806 PNS yang pensiun tahun ini, sampai Juli ini juga tercatat ada 6 PNS yang ajukan pensiun dini.

Pengajuan pensiun dini itu masih diproses di Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Sebab, untuk pensiun dini memang harus di-acc oleh BKN.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Pemkab Pasuruan Henis Widiyanto mengatakan, pengajuan pensiun dini memang bisa diajukan oleh PNS. Pengajuan itu bisa dengan berbagai alasan. Paling banyak adalah sakit dan kepentingan lain seperti berbisnis.

“Tapi, memang ada syaratnya. Selain pengabdian sudah lebih dari 20 tahun, juga usia sudah di atas 50 tahun,” terang Henis. Selain itu, sejak tahun 2018 lalu, pengajuan pensiun dini juga harus dilaporkan ke BKN pusat.

Sebelumnya untuk golongan 4A ke bawah pengajuannya masih kepada bupati, 4B ke atas ke gubernur, dan golongan 4C baru ke pusat.

Tercatat untuk tahun 2018 lalu ada sebanyak 13 PNS yang disetujui untuk pensiun dini. Mayoritas lantaran sakit ada juga alasan lain seperti berbisnis, sehingga memilih pensiun dini agar tidak mengganggu pekerjaan sebagai PNS.

Henis mengatakan, bahwa pensiun dini merupakan hak pegawai yang bisa diajukan. Namun, memang melihat kebutuhan PNS yang masih kurang, termasuk di Kabupaten Pasuruan. “Untuk 6 PNS yang sudah mengajukan ini masih proses di BKN. Untuk disetujui atau tidak, kami masih menunggu dari pusat,” jelasnya. (eka/mie)

BANGIL, Radar Bromo – Pemkab Pasuruan tahun ini bakal kehilangan banyak pegawai negeri sipil (PNS). Selain ada 806 PNS yang pensiun tahun ini, sampai Juli ini juga tercatat ada 6 PNS yang ajukan pensiun dini.

Pengajuan pensiun dini itu masih diproses di Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Sebab, untuk pensiun dini memang harus di-acc oleh BKN.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Pemkab Pasuruan Henis Widiyanto mengatakan, pengajuan pensiun dini memang bisa diajukan oleh PNS. Pengajuan itu bisa dengan berbagai alasan. Paling banyak adalah sakit dan kepentingan lain seperti berbisnis.

“Tapi, memang ada syaratnya. Selain pengabdian sudah lebih dari 20 tahun, juga usia sudah di atas 50 tahun,” terang Henis. Selain itu, sejak tahun 2018 lalu, pengajuan pensiun dini juga harus dilaporkan ke BKN pusat.

Sebelumnya untuk golongan 4A ke bawah pengajuannya masih kepada bupati, 4B ke atas ke gubernur, dan golongan 4C baru ke pusat.

Tercatat untuk tahun 2018 lalu ada sebanyak 13 PNS yang disetujui untuk pensiun dini. Mayoritas lantaran sakit ada juga alasan lain seperti berbisnis, sehingga memilih pensiun dini agar tidak mengganggu pekerjaan sebagai PNS.

Henis mengatakan, bahwa pensiun dini merupakan hak pegawai yang bisa diajukan. Namun, memang melihat kebutuhan PNS yang masih kurang, termasuk di Kabupaten Pasuruan. “Untuk 6 PNS yang sudah mengajukan ini masih proses di BKN. Untuk disetujui atau tidak, kami masih menunggu dari pusat,” jelasnya. (eka/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/