alexametrics
26.6 C
Probolinggo
Monday, 26 October 2020

DBD Diprediksi Meningkat, Ini Upaya Dinkes untuk Mencegahnya

KRAKSAAN – Musim hujan adalah musim yang menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat. Namun, disamping itu juga membawa dampak buruk. Itu, karena musim hujan merupakan musim yang menjadi tempat berkembang biaknya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo memprediksi, ancaman serangan DBD masih mengancam. Di awal tahun ini sudah banyak masyarakat yang terjangkit. Tercatat hingga 18 Januari, ada 19 orang yang terserang karena gigitan nyamuk aedes aegypti itu. Karenanya pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo terus melakukan pencegahan dan pengendalian terhadap penyebaran nyamuk pembawa bakteri DBD itu.

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes setempat Dewi Veronica mengatakan, Untuk menekan peredaran penyakit menular itu, Dinkes gencarkan foggingisasi di sejumlah daerah. Hal itu, tentunya untuk membunuh nyamuk yang membawa bakteri penyebab penyakut DBD itu.

“Kami intens untuk melakukan fogging. Tujuannya yaitu membunuh nyamuk DBD,” ujarnya.

Menurut wanita yang akrab disapa Dewi tersebut, sepanjang bulan Januari tahun ini, sudah ada sekitar 11 kali fogging dilakukan. Menurutnya, fogging yang dilakukan itu diharapkan mampu untuk mengurangi jumlah penderita. Apalagi, tahun ini merupakan tahun dimana penyakit DBD diprediksi akan meningkat.

“Saat ini kan tidak tentu. Siang panas menyengat dan malam berubah jadi dingin, daya tahan tubuh menurun drastis. Sehingga penyakit tersebut mudah menyebar dan menyerang seseorang melalui gigitan nyamuk,” ujarnya.

Menurut dia, sarang nyamuk DBD yaitu ada pada genangan-genangan air. Yaitu, genangan yang diakibatkan oleh curah hujan. Jika dibiarkan maka genangan itu akan menjadi sarang nyaman bagi nyamuk itu. “Jadi jika menemukan genangan air segera dibuang. Entah itu ada di dekat rumah atau yang lainnya untuk segera dibuang. Itu adalah sarang yang nyaman bagi nyamuk penyebab demam berdarah,” tandasnya.

Untuk fogging sendiri, menurutnya hanya bisa membunuh nyamuk besar. Sedangkan untuk jentik jentiknya tidak terbunuh. Karenanya, Itu perlu ada gerakan kesadaran dari masyarakat sendiri untuk rajin membersihkan tempat-tempat kumuh yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

“Bersihkan bak mandi, kubur barang bekas, dan jangan biasakan menumpuk barang kotor dan bau. Sebab itu merupakan tempat yang disukai nyamuk aedes aegypti. Selain itu rajin berolahraga untuk menjaga kebugaran tubuh,” paparnya. (sid/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Penuhi Syarat, JMSI Serahkan Berkas Pendaftaran ke Dewan Pers

Dideklarasikan 8 Februari 2020, dalam waktu singkat JMSI dapat memenuhi persyaratan menjadi konstituen Dewan Pers.

Ngantuk, Pemotor asal Sidoarjo Tabrak Taman Bambu Runcing Pandaan    

Motor Honda Supra X yang dikendarai korban seorang diri, menabrak taman Bambu Runcing

Fortuner Tabrak Pikap Parkir di Prigen, Tiga Terluka  

Sesampainya di lokasi kejadian, Fortuner itu menabrak dari belakang pikap Isuzu Panther pikap yang diparkir di bahu jalan sebelah kiri.

Warga Binaan Rutan Bangil Ubah Lahan Parkir Jadi Bengkel Mebel

Hidup di penjara, tidak boleh mematikan kreativitas. Sebab, meski hidup di lingkungan yang terbatas, seorang tahanan masih bisa berkreasi. Hal ini yang dilakukan di Rutan Bangil dengan mengembangkan industri mebeler.

Ajukan Lagi Lintasan Atletik Rp 4 M untuk Stadion Pogar

Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Kabupaten Pasuruan berencana mengusulkan kembali tambahan fasilitas di di Stadion R Soedrasono, tahun depan.