alexametrics
29.7 C
Probolinggo
Thursday, 26 May 2022

Hutan di Sumber Terbakar Lagi, Lahan 2 Hektare Hangus

SUMBER, Radar Bromo – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Perhutani di Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, kembali terjadi. Sabtu (26/10), hutan di wilayah Perhutani Petak 38 G Blok Kawuk, Desa Sumber, terbakar.

Akibatnya, lahan seluas 2 hektare hangus. Sampai Minggu (27/10), pemadaman lokasi yang terbakar masih dilakukan. Asap juga masih terlihat di titik kebakaran.

Asisten Perhutani RPH Sukapura Totok Suharsono menjelaskan, kebakaran terjadi Sabtu sekitar pukul 16.00. Api berasal dari petak sebelah selatan. Kencangnya angin yang berembus kemudian merembet hingga sisi utara di petak 38 G Blok Kawuk.

“Kebakaran itu saya tahu sendiri karena waktu itu saya melewati petak  38G yang posisinya persis di Jalan Raya Sumber,” ujarnya.

Mendapati lahan itu terbakar, Totok langsung menginformasikan pada petugas Perhutani yang lain agar memadamkan api. Tak lama kemudian, petugas Perhutani dibantu warga sekitar memadamkan api. Proses pemadaman butuh waktu 1 jam. Sebab, medan sedikit terjal dan angin berembus kencang.

“Sekitar 10 orang yang memadamkam api dengan cara manual atau gambyok menggunakan dedaunan yang ada di sekitar lahan. Kami memukul-mukul titik api hingga padam,” katanya.

Sekitar pukul 17.00, api dapat dipadamkan. Namun, masih ada kepulan asap di lokasi yang terbakar. Dugaan kuat kebakaran ini terjadi akibat kecerobohan warga membuang puntung rokok sembarangan.

Karena kebakaran ini, lahan seluar 2 hektare hangus. Selain itu, sebuah pohon tumbang akibat bagian bawahnya terbakar. Pohon yang tumbang lantas mengenai kabel PLN. Sehingga, aliran listrik di sekitar Dusun Kawuk padam.

“Kebakaran ini tidak ada korban jiwa, hanya rumput kering serta ilalang yang terbakar. Total kerugian sekitar Rp 300 ribu,” tuturnya.

 

Evakuasi Pohon yang Roboh

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo mengevakuasi pohon yang roboh akibat karhutla. Pohon dievakuasi Minggu (27/10).

Koordinator tim reaksi cepat (TRC) BPBD Kabupaten Probolinggo Aries mengatakan, pihaknya mendapat kabar kebakaran hutan dan lahan di wilayah Perhutani, Sabtu malam. Mendapat kabar itu, 6 orang dari BPBD mendatangi lokasi kebakaran.

“Kami mendapat kabar kebakaran dan ada pohon yang roboh dari Koramil Sumber. Karena kondisi kurang memungkinkan untuk evakuasi pada Sabtu malam, maka evakuasi dilakukan minggu (27/10) pagi pukul 08.00. Kami bersama tim gabungan mengevakuasi pohon yang tumbang ke tempat yang lebih aman,” ujarnya.

Tim gabungan ini terdiri atas Koramil Sumber, PLN, Perhutani RPH Sukapura, dan perangkat Desa Sumber. Tim gabungan ini menyisir lokasi kebakaran dan memadamkan lahan yang masih berasap.

“Masih ada kepulan asap di beberapa titik. Jadi, kami melakukan pemadaman lagi. Setelah itu kami memotong pohon yang tumbang akibat terbakar. Pohon dipotong menjadi beberapa bagian kemudian kami pindah ke tempat yang lebih aman. Sedangkan perbaikan listrik dilakukan saat evakuasi telah selesai seluruhnya,” katanya.

Sampai Minggu siang, kepulan asap masih ada di beberapa sisi lahan. Petugas gabungan masih terus memantau dan berjaga untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran susulan.

“Karena di lokasi masih banyak tumbuhan yang mengering, maka tim masih memantau dan mengantisipasi. Khawatir masih ada sisa bara api yang belum padam,” tandasnya. (ar/hn)

SUMBER, Radar Bromo – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Perhutani di Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, kembali terjadi. Sabtu (26/10), hutan di wilayah Perhutani Petak 38 G Blok Kawuk, Desa Sumber, terbakar.

Akibatnya, lahan seluas 2 hektare hangus. Sampai Minggu (27/10), pemadaman lokasi yang terbakar masih dilakukan. Asap juga masih terlihat di titik kebakaran.

Asisten Perhutani RPH Sukapura Totok Suharsono menjelaskan, kebakaran terjadi Sabtu sekitar pukul 16.00. Api berasal dari petak sebelah selatan. Kencangnya angin yang berembus kemudian merembet hingga sisi utara di petak 38 G Blok Kawuk.

“Kebakaran itu saya tahu sendiri karena waktu itu saya melewati petak  38G yang posisinya persis di Jalan Raya Sumber,” ujarnya.

Mendapati lahan itu terbakar, Totok langsung menginformasikan pada petugas Perhutani yang lain agar memadamkan api. Tak lama kemudian, petugas Perhutani dibantu warga sekitar memadamkan api. Proses pemadaman butuh waktu 1 jam. Sebab, medan sedikit terjal dan angin berembus kencang.

“Sekitar 10 orang yang memadamkam api dengan cara manual atau gambyok menggunakan dedaunan yang ada di sekitar lahan. Kami memukul-mukul titik api hingga padam,” katanya.

Sekitar pukul 17.00, api dapat dipadamkan. Namun, masih ada kepulan asap di lokasi yang terbakar. Dugaan kuat kebakaran ini terjadi akibat kecerobohan warga membuang puntung rokok sembarangan.

Karena kebakaran ini, lahan seluar 2 hektare hangus. Selain itu, sebuah pohon tumbang akibat bagian bawahnya terbakar. Pohon yang tumbang lantas mengenai kabel PLN. Sehingga, aliran listrik di sekitar Dusun Kawuk padam.

“Kebakaran ini tidak ada korban jiwa, hanya rumput kering serta ilalang yang terbakar. Total kerugian sekitar Rp 300 ribu,” tuturnya.

 

Evakuasi Pohon yang Roboh

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo mengevakuasi pohon yang roboh akibat karhutla. Pohon dievakuasi Minggu (27/10).

Koordinator tim reaksi cepat (TRC) BPBD Kabupaten Probolinggo Aries mengatakan, pihaknya mendapat kabar kebakaran hutan dan lahan di wilayah Perhutani, Sabtu malam. Mendapat kabar itu, 6 orang dari BPBD mendatangi lokasi kebakaran.

“Kami mendapat kabar kebakaran dan ada pohon yang roboh dari Koramil Sumber. Karena kondisi kurang memungkinkan untuk evakuasi pada Sabtu malam, maka evakuasi dilakukan minggu (27/10) pagi pukul 08.00. Kami bersama tim gabungan mengevakuasi pohon yang tumbang ke tempat yang lebih aman,” ujarnya.

Tim gabungan ini terdiri atas Koramil Sumber, PLN, Perhutani RPH Sukapura, dan perangkat Desa Sumber. Tim gabungan ini menyisir lokasi kebakaran dan memadamkan lahan yang masih berasap.

“Masih ada kepulan asap di beberapa titik. Jadi, kami melakukan pemadaman lagi. Setelah itu kami memotong pohon yang tumbang akibat terbakar. Pohon dipotong menjadi beberapa bagian kemudian kami pindah ke tempat yang lebih aman. Sedangkan perbaikan listrik dilakukan saat evakuasi telah selesai seluruhnya,” katanya.

Sampai Minggu siang, kepulan asap masih ada di beberapa sisi lahan. Petugas gabungan masih terus memantau dan berjaga untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran susulan.

“Karena di lokasi masih banyak tumbuhan yang mengering, maka tim masih memantau dan mengantisipasi. Khawatir masih ada sisa bara api yang belum padam,” tandasnya. (ar/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/