Disbudpar Ajukan Rp 500 Juta untuk Pagar Lapangan Sapi Brujul

MEMBELUDAK: Seorang joki berusaha memacu sapinya dalam lomba Karapan Sapi Brujul di Lapangan Karapan Sapi Brujul di Kelurahan Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih, Minggu (20/10). (Ridhowati Saputri/Radar Bromo)

Related Post

WONOASIH, Radar Bromo – Lapangan Karapan Sapi Brujul di Kelurahan Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, terus diperhatikan. Kali ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Probolinggo berencana membangun pagar keliling di lapangan tersebut.

Anggaran pembangunan pagar itu diperkirakan mencapari Rp 500 juta. Karenanya, Disbudpar telah mengajukannya melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Rencananya untuk tahun 2020 akan ada pemagaran keliling lapangan Karapan Sapi Brujul. Perkiraan panjang pagar ini 500 meteran. Estimasi anggaran diperkirakan Rp 400-500 juta,” ujar Kabid Destinasi Wisata Disbudpar Kota Probolinggo Pramito Legowo, Minggu (27/10).

Menurutnya, pembangunan pagar lapangan ini sudah direncanakan sejak 2018. Namun, terus tertunda dan baru diajukan untuk tahun depan. “Rencana pemagaran Lapangan Karapan Sapi Brujul ini sudah ada sejak 2018. Namun, tertunda pelaksanaannya dan diajukan kembali tahun 2020 ini,” jelasnya.

Pembangunan pagar ini bertujuan agar membatasi area lapangan dengan lahan pertanian milik warga di sekitarnya. Menurut Pramito, saat pelaksanaan event Karapan Sapi Brujul, akan ada aktivitas keramaian masyarakat di sekitar lapangan. Termasuk ternak sapi yang digunakan dalam event.

“Khawatirnya jika tidak dipagar, sapi atau pengunjung masuk ke lahan pertanian. Jika tidak ada tanaman petani, tidak masalah. Tetapi, jika ada tanaman juga khawatir rusak tanamannya,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Karapan Sapi Brujul telah menjadi warisan budaya tak benda dari Kota Probolinggo. Pemkot Probolinggo telah menyiapkan lapangan khusus untuk kegiatan Karapan Sapi Brujul. Yakni, di Kelurahan Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. (put/rud)