Pemadam Kebakaran Lirik Pendirian Pos di Kejayan untuk Percepat Penanganan

MARKAS UTAMA: Bangunan di kompleks kantor Pemkab di Raci yang akan dijadikan UPT Pemadam Kebakaran. Untuk mempercepat penanganan, PMK Kabupaten Pasuruan memerlukan pendirian pos di tiga titik. (Dok. Radar Bromo)

Related Post

BANGIL – Banyaknya insiden kebakaran membuat Pemkab menginginkan adanya pendirian pos-pos pemadaman. Setidaknya, dibutuhkan tiga titik hingga empat titik pos pemadam kebakaran agar mempermudah penanganan saat terjadinya kebakaran.

Hal ini diungkapkan Kepala Satpol PP Kabupaten Pasuruan Yudha Tri Widya Sasongko. Ia mengungkapkan, banyaknya pos-pos pemadam akan mempermudah penanganan saat terjadinya kasus kebakaran. Jarak yang lebih dekat, membuat penanganan kebakaran semakin cepat. Selama ini, penanganan kebakaran cenderung terkendala jarak.

“Jarak yang jauh, menjadi salah satu hambatan saat terjadi kebakaran. Karena itulah, perlu pos-pos pemadam kebakaran agar penanganan bisa lebih cepat,” kata Yudha –sapaannya-.

Yudha menambahkan, idealnya minimal ada tiga pos. Selain kantor induk yang ada di wilayah Bangil, juga diperlukan adanya pos di wilayah barat, timur, dan selatan Kabupaten Pasuruan.

“Karena ketika terjadi kebakaran di wilayah timur, pos timur bisa segera ke lokasi untuk mengatasi situasi. Sembari menunggu bantuan dari petugas pemadam kebakaran yang lain. Dengan begitu, penanganan kebakaran tidak sampai terlambat,” bebernya.

Pihaknya mengaku tengah melirik pendirian pos di wilayah Kejayan. Karena wilayah setempat dekat dengan wilayah selatan, seperti Wonorejo, Purwosari, ataupun Purwodadi. Selain itu, pos setempat juga lebih dekat dengan wilayah timur.

“Ini sebagai alternatif ketika pendirian tiga pos tidak bisa terealisasi. Kami merencanakan untuk pendirian pos damkar di wilayah Kejayan. Karena wilayah setempat, cukup ideal untuk penanganan saat terjadinya kebakaran di wilayah timur ataupun selatan,” urainya.

Sejauh ini, pihaknya masih mencari lokasi. Diharapkan tahun depan rencana itu bisa terealisasi. “Lahan bisa kami manfaatkan aset-aset daerah yang ada di wilayah setempat,” pungkasnya. (one/fun)