alexametrics
26.4 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

Peserta Dua OPD untuk Lelang Jabatan Tak Penuhi Syarat

KRAKSAAN, Radar Bromo – Hasil assessment jabatan eselon II di Kabupaten Probolinggo telah diumumkan Sabtu (26/10). Tiga nama peserta yang lolos assessment di empat organisasi perangkat daerah (OPD) telah diumumkan. Sedangkan dua OPD lainnya, semua peserta assessment dinyatakan belum memenuhi syarat.

Dua OPD itu adalah asisten administrasi pemerintahan dan Kesra dan asisten administrasi perekonomian-pembangunan. Dalam pengumunan hasil assessment, disebutkan seluruh peserta pada jabatan dua OPD belum memenuhi syarat kriteria penilaian.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Probolinggo, Yulius Christian saat dikonfirmasi mengatakan, hasil assessment jabatan eselon II telah diumumkan. Sesuai penilaian dari panitia seleksi (pansel), ditentukan tiga terbaik.

”Yang dipilih hanya tiga terbaik mas. Sedangkan selebihnya tidak lolos,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo.

Disinggung soal dua OPD yang disebutkan seluruh peserta belum memuhi syarat? Yulius mengungkapkan, hasil penilaian itu menjadi wewenang pansel dari hasil tes. Nah, jika hasil tes dianggap pansel belum memenuhi syarat, maka tidak bisa masuk tiga besar yang lolos.

”Dua OPD itu ada yang mendaftar dan telah mengikuti tes seleksi. Tapi hasilnya dianggap pansel belum memenuhi syarat,” katanya.

Sedangkan empat OPD lainnya dikatakan Yulius, terpilih tiga peserta terbaik yang memenuhi syarat. Empat OPD itu adalah Sekretaris DPRD, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Kepala Dinas Pemberdayaan masyarakat dan Desa (PMD) dan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.

”Tiga nama itu hasil tes seleksi terbaik. Tapi nomor urutan pengumuman menentukan siapa yang akan menjabat kepala OPD itu,” ungkapnya.

Penentuan peserta yang akan jabat kepala OPD dikatakan Yulius menjadi kewenangan kepala daerah. tentunya, hasil peserta terbaik itu dengan rekomendasi Kepala Daerah, dilaporkan ke Komisi ASN. Nah, saat komisi ASN meneliti, mencermati proses dan hasilnya sesuai aturan. Maka baru diketahui peserta yang terpilih menjabat kepala OPD tersebut. ”Penentuan siapa yang akan menjabat eselon II, menjadi wewenang kepala daerah,” tuturnya. (mas/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Hasil assessment jabatan eselon II di Kabupaten Probolinggo telah diumumkan Sabtu (26/10). Tiga nama peserta yang lolos assessment di empat organisasi perangkat daerah (OPD) telah diumumkan. Sedangkan dua OPD lainnya, semua peserta assessment dinyatakan belum memenuhi syarat.

Dua OPD itu adalah asisten administrasi pemerintahan dan Kesra dan asisten administrasi perekonomian-pembangunan. Dalam pengumunan hasil assessment, disebutkan seluruh peserta pada jabatan dua OPD belum memenuhi syarat kriteria penilaian.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Probolinggo, Yulius Christian saat dikonfirmasi mengatakan, hasil assessment jabatan eselon II telah diumumkan. Sesuai penilaian dari panitia seleksi (pansel), ditentukan tiga terbaik.

”Yang dipilih hanya tiga terbaik mas. Sedangkan selebihnya tidak lolos,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo.

Disinggung soal dua OPD yang disebutkan seluruh peserta belum memuhi syarat? Yulius mengungkapkan, hasil penilaian itu menjadi wewenang pansel dari hasil tes. Nah, jika hasil tes dianggap pansel belum memenuhi syarat, maka tidak bisa masuk tiga besar yang lolos.

”Dua OPD itu ada yang mendaftar dan telah mengikuti tes seleksi. Tapi hasilnya dianggap pansel belum memenuhi syarat,” katanya.

Sedangkan empat OPD lainnya dikatakan Yulius, terpilih tiga peserta terbaik yang memenuhi syarat. Empat OPD itu adalah Sekretaris DPRD, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Kepala Dinas Pemberdayaan masyarakat dan Desa (PMD) dan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.

”Tiga nama itu hasil tes seleksi terbaik. Tapi nomor urutan pengumuman menentukan siapa yang akan menjabat kepala OPD itu,” ungkapnya.

Penentuan peserta yang akan jabat kepala OPD dikatakan Yulius menjadi kewenangan kepala daerah. tentunya, hasil peserta terbaik itu dengan rekomendasi Kepala Daerah, dilaporkan ke Komisi ASN. Nah, saat komisi ASN meneliti, mencermati proses dan hasilnya sesuai aturan. Maka baru diketahui peserta yang terpilih menjabat kepala OPD tersebut. ”Penentuan siapa yang akan menjabat eselon II, menjadi wewenang kepala daerah,” tuturnya. (mas/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/