alexametrics
29.7 C
Probolinggo
Thursday, 26 May 2022

Pengajuan Permodalan untuk Perikanan Mandek, Pusat Jadi Alasan

BANGIL, Radar Bromo – Target Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan untuk bisa mendapatkan bantuan modal usaha perikanan hingga Rp 5 Miliar tahun ini terancam tidak tercapai. Ini lantaran setelah ada perubahan sistem pengajuan modal. Sementara ini usulan masih di stop dari pusat.

Hal tersebut diungkapkan Slamet Nurhandoyo, Kepala Dinas Perikanan (Disper) Kabupaten Pasuruan. Sampai saat ini, kata Slamet Nurhandoyo, di daerah sementara memang masih belum bisa mengajukan lagi pengusulan hibah bantuan modal perikanan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan.

“Ini lantaran dari pusat ada perubahan sistem pengajuan untuk permodalan. Sehingga sementara di stop dulu dari bulan Agustus lalu,” terangnya.

Tercatat saat ini usulan yang diajukan masih berjumlah Rp 3,45 Miliar dari 8 perorangan maupun kelompok. Untuk usulan nilainya mulai dari Rp 100 juta sampai Rp 1 Miliar. Namun dari usulan tersebut sementara ini masih belum ada pembukaan lagi. Karena dari pusat untuk bantuan modal dari Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) masih distop dulu.

Slamet menambahkan, pusat berencana untuk pengajuan akan bekerja sama dengan perbankan. Sehingga nantinya usaha perikanan yang sudah diverifikasi dan diterima, bantuan modal akan dilewatkan sistem perbankan tidak lagi melalui LPMUKP seperti sebelumnya.

“Sehingga terakhir Juli lalu terakhir pengajuan usulan, sehingga saat ini masih vakum belum bisa mengajukan lagi sampai ada informasi dari pusat kapan akan dibuka kembali menunggu kerjasama dengan sistem perbankan selesai,” pungkasnya. (eka/fun)

BANGIL, Radar Bromo – Target Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan untuk bisa mendapatkan bantuan modal usaha perikanan hingga Rp 5 Miliar tahun ini terancam tidak tercapai. Ini lantaran setelah ada perubahan sistem pengajuan modal. Sementara ini usulan masih di stop dari pusat.

Hal tersebut diungkapkan Slamet Nurhandoyo, Kepala Dinas Perikanan (Disper) Kabupaten Pasuruan. Sampai saat ini, kata Slamet Nurhandoyo, di daerah sementara memang masih belum bisa mengajukan lagi pengusulan hibah bantuan modal perikanan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan.

“Ini lantaran dari pusat ada perubahan sistem pengajuan untuk permodalan. Sehingga sementara di stop dulu dari bulan Agustus lalu,” terangnya.

Tercatat saat ini usulan yang diajukan masih berjumlah Rp 3,45 Miliar dari 8 perorangan maupun kelompok. Untuk usulan nilainya mulai dari Rp 100 juta sampai Rp 1 Miliar. Namun dari usulan tersebut sementara ini masih belum ada pembukaan lagi. Karena dari pusat untuk bantuan modal dari Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) masih distop dulu.

Slamet menambahkan, pusat berencana untuk pengajuan akan bekerja sama dengan perbankan. Sehingga nantinya usaha perikanan yang sudah diverifikasi dan diterima, bantuan modal akan dilewatkan sistem perbankan tidak lagi melalui LPMUKP seperti sebelumnya.

“Sehingga terakhir Juli lalu terakhir pengajuan usulan, sehingga saat ini masih vakum belum bisa mengajukan lagi sampai ada informasi dari pusat kapan akan dibuka kembali menunggu kerjasama dengan sistem perbankan selesai,” pungkasnya. (eka/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/