Gudang Warga Kebonsari Wetan Ludes Dilalap Api

BELUM DIKETAHUI PENYEBAB: Petugas damkar saat berupaya memadamkan amuk si jago merah di Gang Lele, Kelurahan Kebonsari Wetan, Senin (27/8). (Foto: Rizky Putra Dinasti/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

KANIGARAN-Warga Gang Lele, RT 3/ RW 4, Kelurahan Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo Senin siang (27/8) dibuat panik. Itu setelah salah satu bangunan di kawasan setempat dilalap si jago merah.

Si jago merah itu mengamuk di gudang buku milik Dadang, 47, warga setempat. Sejauh ini, kebakaran itu masih belum diketahui penyebabnya.

Tak ada korban jiwa dalam kebakarantersebut. Rindawati, 45 istri Dadang menjelaskan, kebakaran terjadi sekitar pukul 10.41. Ia tak mengetahui dari mana api berasal.

Saat api berkobar, suaminya (Dadang) sedang keluar untuk mengantarkan barang. Begitu mengetahui api berkobar, Rindawati langsung berteriak minta tolong bersama kedua anaknya.

“Saya tidak tahu apa penyebabnya. Saya hanya mendengar suara kretek-kretek. Setelah saya lihat, ternyata gudang sudah terbakar. Akhirnya saya teriak dan bersama anak-anak saya keluar rumah sambil minta tolong,” terangnya.

Mengetahui ada kebakaran, sontak sejumlah tetangga langsung berdatangan. Mereka memadamkan api dengan alat seadanya sembari menunggu petugas pemadam kebakaran datang.

Lantaran gudang terbuat dari kayu, serta isinya mayoritas dari kertas ditambah lagi angin cukup kencang, api kian menjadi. Bahkan, atap rumah milik Dadang dan rumah milik Suroso yang berada di sebelah barat gudang atapnya ikut dilalap si jago merah.

Tak berselang lama, dua unit mobil pemadam kebakaran (damkar) tiba di lokasi. Sekitar pukul 11.30, api sudah bisa dijinakkan.

Kasi Damkar pada Satpol PP Kota Probolinggo, Puspito mengaku, pihaknya mengerahkan dua unit mobil damkar. “Alhamdulillah bisa dikuasai setengah jam kemudian (setelah petugas datang). Namun, masih akan dilakukan pembasahan,” imbuh Puspito.

Penyebab kebakarannya sendiri sejauh ini belum diketahui. Yang jelas, kerugian dari kebakaran itu ditaksir mencapai sekitar Rp 7 jutaan. (rpd/mie)