Beginilah Suasana Pembukaan Pospeda VIII Kabupaten Pasuruan

PEKAN Olahraga dan Seni Antar-Pondok Pesantren Daerah (Pospeda) ke VIII tingkat Kabupaten Pasuruan resmi digelar di Ponpes Terpadu Al Yasini, Kecamatan Wonorejo. Selasa (26/2), peresmian yang dilakukan Bupati Pasuruan H.M. Irsyad Yusuf didampingi Wabup K.H. Abdul Mujib Imron, Kakanwil Kemenag Jatim Haris Hasanudin, dan Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan H.M. Sudiono Fauzan.

ATRAKSI: Puluhan santri Ponpes Al Yasini menampilkan atraksi pencak silat dalam pembukaan Pospeda VIII tingkat Kabupaten Pasuruan. (Istimewa)

Dalam sambutannya, Kepala Dispora Kabupaten Pasuruan sekaligus Ketua Panitia Abdul Munif mengatakan, Pospeda ini akan dilaksanakan selama tiga hari mulai Selasa-Kamis (26-28/2). Kegiatan ini bertujuan memperkuat persatuan dan kesatuan santri se-Kabupaten Pasuruan. Serta, sebagai media untuk menghasilkan bibit atlet santri terbaik yang akan berlaga di Pospeda tingkat Jatim dan nasional.

“Sebagai apresiasi, kami sediakan piala bergilir bagi pesantren yang menjadi juara umum. Targetnya, di tingkat Jatim kami dapat masuk tiga besar dan lima besar di tingkat nasional,” ujarnya disambut tepuk tangan ribuan undangan.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, Pospeda tahun ini mempertandingkan 10 cabang olahraga (cabor) dan 12 nonolahraga dengan total peserta 1.500 santri dari seluruh pesantren se-Kabupaten Pasuruan. Sepuluh cabor itu meliputi voli, basket, atletik, tenis meja, pencak silat, futsal, bulu tangkis, senam santri, sepak takraw, dan hadang.

Sedangkan, nonolahraga seperti kaligrafi, seni musik Islami, fotografi Islami, pidato tiga bahasa, hadrah, seni lukis Islami, seni kriya, video dokumenter, seni teater, baca puisi, stand-up comedy, dan fashion Islami.

Kakanwil Kemenag Jatim Haris Hasanudin mengapresiasi kegiatan Pospeda VIII tingkat Kabupaten Pasuruan ini. Pihaknya berharap event bergengsi ini berjalan dengan lancar, sukses, serta menghasilkan prestasi luar biasa.

Sementara itu, Bupati Pasuruan H.M. Irsyad Yusuf menyebut, Pospeda merupakan bagian dari visi-misinya bersama wakil bupati terkait menjadikan pesantren sejajar dengan lembaga pendidikan lainnya. Sehingga, santri juga dapat mengaktualisasikan kemampuannya baik olahraga maupun seni untuk berprestasi.

“Pospeda ini menjadi jalan untuk mencapai tujuan bersama terkait dengan pesantren sesuai tema kegiatan ini. Yakni, mewujudkan santri yang bermartabat, hebat, berakhlakul karimah, dan berdaya saing,” ujarnya. (yik/*)