Tenaga Kerja Asing di Kab Pasuruan Makin Banyak, Saat Ini Terdata 562 Orang

PASURUAN, Radar Bromo – Jumlah orang asing yang bekerja di Kabupaten Pasuruan, semakin banyak. Pada 2018 hanya ada 424 tenaga kerja asing (TKA), namun sepanjang tahun kemarin meningkat menjadi 562 orang.

Kabid Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnaker Kabupaten Pasuruan Suhartana mengatakan, TKA yang bekerja di Kabupaten Pasuruan ada tiga jenis perizinan. Bagi TKA yang hanya bekerja di Kabupaten Pasuruan, perizinannya dikeluarkan oleh Disnaker Kabupaten Pasuruan.

“Sedangkan yang bekerja lebih dari satu tempat, tapi masih satu provinsi, izinnya dari Disnaker Provinsi. Sedangkan, bagi yang antarprovinsi dikeluarkan oleh Kementerian Tenaga Kerja,” jelasnya.

Menurutnya, tahun kemarin jumlah TKA yang hanya bekerja di Kabupaten Pasuruan menurun. Hanya ada 146 TKA, sedangkan tahun sebelumnya mencapai 156 TKA. Dari mereka, Pemkab Pasuruan mendapatkan retribusi dari Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA).

Dari rincian 562 TKA 2019, paling banyak berasal dari Jepang, mencapai 286 orang. Dari RRC 127 pekerja, Korsel 56 pekerja, dan Taiwan 32 pekerja. Selebihnya dari Jerman, Malaysia, Switzerland, Austria, India, dan Italia.

“Naiknya TKA tahun kemarin karena di perusahaan ada mesin baru yang datang. Jadi, ada tenaga ahli yang juga dari tenaga asing. Biasanya, hanya 2-6 bulan. Karena sebentar, untuk retribusi tenaga asing langsung ke pusat,” ujarnya.

Untuk TKA sebagian besar bekerja di perusahaan modal asing (PMA) mulai dari kawasan PIER, wilayah barat seperti Gempol, termasuk di timur seperti Kejayan. TKA ini biasanya menduduki di top level manajemen. (eka/rud/fun)