alexametrics
26.9 C
Probolinggo
Monday, 23 May 2022

Surat Tak Ditanggapi, Warga Sukabumi Datangi Dewan

KANIGARAN, Radar Bromo – Setelah dua kali mengirim surat ke pimpinan DPRD Kota Probolinggo, warga Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, mendatangi kantor DPRD. Senin (25/11), mereka meminta solusi terkait masalah lingkungan rumahnya yang terdampak keberadaan sebuah pabrik.

Mereka berharap DPRD bisa mengakomodasi dan dilakukan rapat dengar pendapat mengenai kondisi lingkungan rumahnya yang tidak aman. Perwakilan warga RT 07/ RW 08 Kelurahan Sukabumi Supriyanto mengatakan pihaknya sudah tiga kali mengirim surat ke DPRD.

“Dalam surat itu kami meminta dipertemukan dengan perwakilan PT (menyebut nama pabrik) karena kondisi rumah dan lingkungan kami sudah tidak aman. Dinding rumah retak-retak, debu mengandung silika juga sudah mengganggu sekali,” ujarnya.

Namun, dua bulan berjalan tidak ada respons dari DPRD. Karenanya, perwakilan warga kembali mendatangi kantor DPRD. Dalam surat ketiga disebutkan, jika masih tidak ditanggapi, warga RT 07/RW 08 tidak segan melakukan aksi di depan kantor DPRD.

“Sebelum Pilkada kami sudah dilakukan RDP terkait masalah yang sama, tapi tidak ada solusi yang efektif. Makanya kami mengajukan lagi ke DPRD,” ujarnya.

Perwakilan warga itu kemarin ditemui langsung oleh Ketua DPRD Kota Probolinggo Abdul Mujib. Ia memastikan pihaknya telah mendisposisi kepada komisi terkait untuk menindaklanjutinya. “Prosesnya, ketika pimpinan menerima surat dari masyarakat, maka ditindaklanjuti oleh komisi terkait. Penjadwalan rapat dengar pendapat bukan dilakukan oleh pimpinan, tapi oleh komisi terkait,” ujarnya. (put/rud)

KANIGARAN, Radar Bromo – Setelah dua kali mengirim surat ke pimpinan DPRD Kota Probolinggo, warga Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, mendatangi kantor DPRD. Senin (25/11), mereka meminta solusi terkait masalah lingkungan rumahnya yang terdampak keberadaan sebuah pabrik.

Mereka berharap DPRD bisa mengakomodasi dan dilakukan rapat dengar pendapat mengenai kondisi lingkungan rumahnya yang tidak aman. Perwakilan warga RT 07/ RW 08 Kelurahan Sukabumi Supriyanto mengatakan pihaknya sudah tiga kali mengirim surat ke DPRD.

“Dalam surat itu kami meminta dipertemukan dengan perwakilan PT (menyebut nama pabrik) karena kondisi rumah dan lingkungan kami sudah tidak aman. Dinding rumah retak-retak, debu mengandung silika juga sudah mengganggu sekali,” ujarnya.

Namun, dua bulan berjalan tidak ada respons dari DPRD. Karenanya, perwakilan warga kembali mendatangi kantor DPRD. Dalam surat ketiga disebutkan, jika masih tidak ditanggapi, warga RT 07/RW 08 tidak segan melakukan aksi di depan kantor DPRD.

“Sebelum Pilkada kami sudah dilakukan RDP terkait masalah yang sama, tapi tidak ada solusi yang efektif. Makanya kami mengajukan lagi ke DPRD,” ujarnya.

Perwakilan warga itu kemarin ditemui langsung oleh Ketua DPRD Kota Probolinggo Abdul Mujib. Ia memastikan pihaknya telah mendisposisi kepada komisi terkait untuk menindaklanjutinya. “Prosesnya, ketika pimpinan menerima surat dari masyarakat, maka ditindaklanjuti oleh komisi terkait. Penjadwalan rapat dengar pendapat bukan dilakukan oleh pimpinan, tapi oleh komisi terkait,” ujarnya. (put/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/