Festival Apel “PAGI” dan Musik Tradisional Kontemporer yang Diapresiasi Banyak Kalangan

LEGIT MANIS: Apel Pagi menjadi apel asli Kabupaten Pasuruan yang diakui memiliki rasa yang lebih khas. Yaitu, legit. Rasa ini pun diakui oleh para tamu yang diajak Bupati Pasuruan HM. Irsyad Yusuf, S.E., M.M.A. menikmati langsung Apel Pagi yang dipamerkan para petani. (Pemkab Pasuruan for Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PASURUAN – Sudah tidak diragukan lagi jika potensi Apel Manalagi yang dihasilkan di Kecamatan Tutur, juga menjadi salah satu produk unggulan Kabupaten Pasuruan. Tahun ini, jenis apel yang saat ini dimasyhurkan dengan nama ‘’Apel Pagi (Apel Pasuruan Manalagi’’ itu makin ditampilkan untuk mengalahkan produk-produk apel dari daerah lainnya.

“Nama Apel Pagi diharapkan bisa menimbulkan kesan khusus bagi jenis apel yang diproduksi oleh para petani Tutur Kabupaten Pasuruan. Karena meski berjenis sama, apel manalagi yang dihasilkan Tutur memiliki rasa khas yang lebih legit dan mengesankan di lidah dibanding apel dari daerah lain,’’ kata Bupati Pasuruan HM. Irsyad Yusuf, S.E., M.M.A. kepada Jawa Pos Radar Bromo.

Apel Pagi pun kian dikenal pasar agribisnis hingga tingkat nasional. Pemkab Pasuruan tidak kemudian terlena dengan apresiasi atas produk apel yang satu ini. Untuk itu, mereka tetap konsisten memamerkan, mengenalkan secara terbuka melalui berbagai event pameran. Apalagi, jenis apel ini menjadi salah satu apel primadona yang tidak kalah peminatnya dibanding dengan apel lokal daerah lain, maupun impor dari negara lainnya.

Festival Apel Pagi itu digelar secara khusus oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan bersamaan dengan rangkaian kegiatan Festival Kopi Kapiten. Juga Pameran Produk Unggulan KTNA selama Sabtu hingga Minggu kemarin.

Tidak hanya produk Apel Pagi saja. Disparbud di bawah pimpinan Agung Mariyono ini juga menggelar Festival Musik Tradisional Kontemporer. Tim dari 24 kecamatan se-Kabupaten Pasuruan diwajibkan menampilkan ragam jenis musik tradisional di panggung yang sudah disiapkan secara khusus.

“Kesempatan untuk menampilkan kesenian khas masing-masing daerah ini tidak boleh dilewatkan demi mengenalkan keunikannya kepada khalayak luas. Semoga dengan event semacam ini bisa memunculkan semangat kreativitas menciptakan kebudayaan lokal. Sehingga, menjadi salah satu kekayaan atau aset wisata yang membanggakan Kabupaten Pasuruan,” tandas Bupati Pasuruan HM. Irsyad Yusuf, S.E., M.M.A., saat menyaksikan salah satu penampilan dari musik tradisional kontemporer di panggung.

Sementara, Kadisparbud Kabupaten Pasuruan Agung Mariyono mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang giat mencari celah-celah potensi wisata baru yang bisa menjadi daya tarik wisatawan. Baik domestik maupun mancanegara.

“Untuk itu, segala objek wisata alam maupun budaya tradisional menjadi perhatian khusus kami untuk ditingkatkan potensinya demi memperkaya ragam wisata daerah,” tegasnya saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo di acara yang sama. (*)