alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

Pemkot Cari Investor Kembangkan Wisata di Kota Probolinggo

KANIGARAN, Radar Bromo – Pemkot Probolinggo berencana mengembangkan wisata baru di kota. Untuk merealisasikan hal itu, pemkot bahkan berupaya mencari investor.

“Saat ini kami berusaha mencari investor untuk mengembangkan destinasi wisata di Kota Probolinggo. Ada lahan seluas 28 hektare yang bisa dikembangkan untuk destinasi wisata,” terang Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin.

Rencana mengembangkan wisata baru, salah satunya karena selama ini kota hanya dikenal sebagai tempat transit bagi wisatawan yang akan menuju Gunung Bromo. Mereka biasanya hanya sebentar di kota, kemudian menuju Gunung Bromo.

Politisi PKB ini optimistis adanya wahana wisata baru bisa menarik wisatawan untuk tinggal lebih lama di Kota Probolinggo. Jika sebelumnya hanya transit, diharapkan mereka bisa tinggal dan berkunjung di kota.

“Seperti Utama Raya, wisata di dekat Besuki. Wisata ini kan ramai. Kami optimistis keberadaan destinasi wisata baru ini bisa menarik wisatawan datang ke Kota Probolinggo,” ujarnya.

Saat ini salah satu potensi wisata yang mulai dikembangkan di kota adalah Pantai Permata di Pilang. Upaya yang telah dilakukan seperti pelebaran jalan menuju Pantai Permata.

Pertimbangan lain mengembangkan wisata baru karena sektor perdagangan dan jasa masih mendominasi perkembangan ekonomi di Kota Probolinggo. Salah satunya yaitu jasa pariwisata.

Wali Kota mengungkap hal itu dalam pertemuan dengan dengan pelaku usaha di Kota Probolinggo beberapa hari lalu. Menurutnya, perkembangan ekonomi di kota masih didominasi oleh sektor perdagangan dan jasa.

Berdasarkan data statistik Kota Probolinggo, usaha perdagangan eceran, reparasi mobil, dan reparasi motor mendominasi sektor usaha. Jumlahnya mencapai 25,63 persen.

Yang kedua yaitu industri pengolahan sebesar 15,19 persen. Lalu, sektor transportasi dan pergudangan mencapai 13,49 persen.

Wali kota bahkan menyebut, akan ada pengembangan kawasan pelabuhan melalui proses reklamasi laut seluas 1.000 hektare. “Dari reklamasi ini akan digunakan untuk pendirian pergudangan yang bisa berdampak pada pelaku usaha,” ujarnya. (put/hn/fun)

KANIGARAN, Radar Bromo – Pemkot Probolinggo berencana mengembangkan wisata baru di kota. Untuk merealisasikan hal itu, pemkot bahkan berupaya mencari investor.

“Saat ini kami berusaha mencari investor untuk mengembangkan destinasi wisata di Kota Probolinggo. Ada lahan seluas 28 hektare yang bisa dikembangkan untuk destinasi wisata,” terang Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin.

Rencana mengembangkan wisata baru, salah satunya karena selama ini kota hanya dikenal sebagai tempat transit bagi wisatawan yang akan menuju Gunung Bromo. Mereka biasanya hanya sebentar di kota, kemudian menuju Gunung Bromo.

Politisi PKB ini optimistis adanya wahana wisata baru bisa menarik wisatawan untuk tinggal lebih lama di Kota Probolinggo. Jika sebelumnya hanya transit, diharapkan mereka bisa tinggal dan berkunjung di kota.

“Seperti Utama Raya, wisata di dekat Besuki. Wisata ini kan ramai. Kami optimistis keberadaan destinasi wisata baru ini bisa menarik wisatawan datang ke Kota Probolinggo,” ujarnya.

Saat ini salah satu potensi wisata yang mulai dikembangkan di kota adalah Pantai Permata di Pilang. Upaya yang telah dilakukan seperti pelebaran jalan menuju Pantai Permata.

Pertimbangan lain mengembangkan wisata baru karena sektor perdagangan dan jasa masih mendominasi perkembangan ekonomi di Kota Probolinggo. Salah satunya yaitu jasa pariwisata.

Wali Kota mengungkap hal itu dalam pertemuan dengan dengan pelaku usaha di Kota Probolinggo beberapa hari lalu. Menurutnya, perkembangan ekonomi di kota masih didominasi oleh sektor perdagangan dan jasa.

Berdasarkan data statistik Kota Probolinggo, usaha perdagangan eceran, reparasi mobil, dan reparasi motor mendominasi sektor usaha. Jumlahnya mencapai 25,63 persen.

Yang kedua yaitu industri pengolahan sebesar 15,19 persen. Lalu, sektor transportasi dan pergudangan mencapai 13,49 persen.

Wali kota bahkan menyebut, akan ada pengembangan kawasan pelabuhan melalui proses reklamasi laut seluas 1.000 hektare. “Dari reklamasi ini akan digunakan untuk pendirian pergudangan yang bisa berdampak pada pelaku usaha,” ujarnya. (put/hn/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/