alexametrics
26.9 C
Probolinggo
Monday, 23 May 2022

Kejar Target Retribusi, Enam RPH Perbaharui Sertifikasi

DRINGU, Radar Bromo – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Probolinggo terus berusaha mengejar kekurangan target dari retribusi rumah pemotongan hewan (RPH). Salah satunya dengan memperpanjang setifikasi halal enam RPH.

Plt Kepala DPKH Kabupaten Probolinggo Sidik Widjanarko melalui Kasi Kesmavet Nikolas Nuryulianto mengatakan, melalui proses serifikasi diharapkan kepercayaan pelaku usaha lebih meningkat. “Retribusi saat ini masih kurang. Kami usahakan agar dapat terkejar. Rabu (23/10) lalu, enam RPH di Kabupaten Probolinggo sudah berserifikasi halal dari MUI Provinsi Jawa Timur. Kami harap retribusi akan naik,” ujarnya.

Menurutnya, RPH bersertifikat halal bertujuan menjamin produk hewan aman, sehat, utuh, dan halal. Selain itu, juga salah satu upaya melakukan pengawasan, pemeriksaan, pengujian, standarisasi, sertifikasi, dan registrasi produk hewan.

Dengan bersertifikat halal, para pelaku usaha yang masih memotong hewan di luar RPH diharapkan kembali memotong ternak di RPH. Karena enam RPH di Gading, Besuk, Krejengan, Maron, Banyuanyar, dan Leces, sarana dan prasarananya sudah ditingkatkan.

“Para pelaku usaha yang memotong ternak di RPH juga memiliki peran yang besar dalam meningkatkan PAD Kabupaten Probolinggo. Salah satunya melalui retribusi,” ujarnya.

Diketahui, tahun ini DPKH Kabupaten Probolinggo menarget mendapatkan Rp 165 juta dari retribusi RPH. Namun, sampai bulan kemarin baru tercapai Rp 92 juta. Target ini berusaha dikejar dengan memperpanjang setifikasi halal enam RPH. (ar/rud/fun)

DRINGU, Radar Bromo – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Probolinggo terus berusaha mengejar kekurangan target dari retribusi rumah pemotongan hewan (RPH). Salah satunya dengan memperpanjang setifikasi halal enam RPH.

Plt Kepala DPKH Kabupaten Probolinggo Sidik Widjanarko melalui Kasi Kesmavet Nikolas Nuryulianto mengatakan, melalui proses serifikasi diharapkan kepercayaan pelaku usaha lebih meningkat. “Retribusi saat ini masih kurang. Kami usahakan agar dapat terkejar. Rabu (23/10) lalu, enam RPH di Kabupaten Probolinggo sudah berserifikasi halal dari MUI Provinsi Jawa Timur. Kami harap retribusi akan naik,” ujarnya.

Menurutnya, RPH bersertifikat halal bertujuan menjamin produk hewan aman, sehat, utuh, dan halal. Selain itu, juga salah satu upaya melakukan pengawasan, pemeriksaan, pengujian, standarisasi, sertifikasi, dan registrasi produk hewan.

Dengan bersertifikat halal, para pelaku usaha yang masih memotong hewan di luar RPH diharapkan kembali memotong ternak di RPH. Karena enam RPH di Gading, Besuk, Krejengan, Maron, Banyuanyar, dan Leces, sarana dan prasarananya sudah ditingkatkan.

“Para pelaku usaha yang memotong ternak di RPH juga memiliki peran yang besar dalam meningkatkan PAD Kabupaten Probolinggo. Salah satunya melalui retribusi,” ujarnya.

Diketahui, tahun ini DPKH Kabupaten Probolinggo menarget mendapatkan Rp 165 juta dari retribusi RPH. Namun, sampai bulan kemarin baru tercapai Rp 92 juta. Target ini berusaha dikejar dengan memperpanjang setifikasi halal enam RPH. (ar/rud/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/