alexametrics
27.5 C
Probolinggo
Wednesday, 28 October 2020

Per Tahun, Jawa Timur Hasilkan 1,2 Juta Ton Sampah Plastik

PAITON – Banyaknya sampah plastik ternyata cukup memprihatinkan. Bahkan, Provinsi Jawa Timur termasuk daerah penghasil sampah plastik yang cukup banyak dan berada di ambang toleransi atau kritis. Per tahun, Jawa Timur menghasilkan 1,2 juta ton sampah plastik.

Permasalahan ini disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2018 dan Hari Konservasi Nasional 2018. Acara ini digelar di sebuah hotel di Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Selasa (25/9).

Acara itu dihadiri sejumlah pejabat. Selain Gus Ipul, ada juga Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur Diah Susilowati. Serta, Wakil Bupati Probolinggo Timbul Prihanjoko dan Wali Kota Probolinggo Rukmini.

Gus Ipul mengaku bersyukur, selama ini Jawa Timur termasuk provinsi yang banyak mendapatkan penghargaan di bidang lingkungan. Bahkan, kabupaten dan kotanya juga banyak mendapatkan penghargaan. Namun, menurutnya, ke depan ada tantangan cukup besar. Yakni, masalah pengelolaan sampah dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan.

Menangani masalah ini, menurutnya, perlu aksi nyata dari masyarakat. “Kebijakan pemerintahnya pro lingkungan, masyarakatnya aksi nyata, dan swasta pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan. Dengan begitu, akan menghasilkan suatu prestasi,” ujarnya.

Gus Ipul mengaku, selama ini pihaknya masih mempunyai pekerjaan rumah cukup besar di bidang lingkungan. Salah satunya, terkait pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Selama ini, limbah B3 masih harus dibuang ke Bogor. “Kami menginginkan di Jawa Timur dibangun pengelolaan limbah B3 yang rencana lokasinya di Mojokerto. Supaya tidak terlalu jauh, di Jawa Timur sendiri ada pengelolaan B3,” ujarnya.

Selain itu, masalah sampah plastik juga perlu diperhatikan. Menurutnya, sejauh ini se-Indonesia per tahun bisa menghasilkan 65 juta ton sampah plastik. Sedangkan, di Jawa timur berada di ambang toleransi atau kritis dengan 1,2 juta ton sampah plastik per tahun.

Menurutnya, sampah ini berserakan di mana-mana. Sebab, selama ini yang masuk tempat pembuangan sampah hanya 30 persen. Sisanya, 70 persen berserakan di mana-mana. “Apalagi kalau ke laut, kalau sudah di laut itu pencemaran. Laut tercemar kalau banyak sampah plastiknya. Kalau tidak salah, 80 persen sampah di laut berasal dari luar laut,” ujarnya. (hil/rud)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Cara Puskesmas Tongas Maksimalkan Layanan Selama Pandemi Covid-19

Melalui inovasi Halo Dokter dan Praja SMS, masyarakat bisa dilayani dengan aman.

Pasutri asal Trajeng Terserempet Truk saat Menyalip, Sang Istri Tewas

Diduga penyebab laka karena pengendara motor tidak memiliki ruang gerak yang cukup saat hendak menyalip dump truck.

Mulai Bersihkan Sungai Kawasan Hutan untuk Antisipasi Bencana

Mitigasi bencana banjir dan longsor menjelang musim hujan gencar dilakukan sejumlah pihak. Termasuk Cluster Tretes Perhutani.

Petakan Pohon Rimbun – Lapuk di Jalan Kab Probolinggo

Hujan mulai turun di beberapa wilayah Kabupaten Probolinggo. Dinas PUPR bergegas melakukan pemetaan ruas jalan kabupaten yang memiliki pohon rimbun dan lapuk.

Tegaskan Proyek PRIM Harus Selesai Awal November

Bahkan, dipastikan tidak ada perpanjangan waktu pengerjaan.