alexametrics
26.3 C
Probolinggo
Saturday, 28 November 2020

Duh, 30 KK Dirikan WC di Kali Banger Probolinggo

MAYANGAN – Problem sanitasi masih menjadi masalah di Kota Probolinggo. Salah satunya di Kali Banger. Di sungai sepanjang sekitar 1,8 kilometer yang membentang antara Kecamatan Kanigaran sampai Kecamatan Mayangan, ini banyak “helikopter”. Atau WC yang berdiri di atas sungai.

Kondisi di sekitar kali ini terlihat kumuh dengan banyaknya bangunan liar di atas kali. “Sosialisasi dan identifikasi di Kali Banger sudah dilakukan kepada masyarakat. Total kanan-kiri Kali Banger sepanjang 1,8 kilometer ada 265 kepala keluarga (KK),” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo Budi Krisyanto.

Dari 265 KK itu, kata Budi, yang menggunakan “helikopter” sekitar 10 persen atau sekitar 30 KK. Helikopter ini merupakan WC semipermanen yang didirikan warga di atas kali.

Budi mengaku, telah melaporkan masalah ini kepada Wali Kota. Secara bertahap sosialisasi dilakukan kepada masyarakat dengan target sungai ini bisa bersih dari “helikopter”. “Target kami empat tahun bisa selesai. Lama, karena ada proses yang harus dilalui,” ujarnya.

Selain sosialisasi, ada tahapan appraisal untuk menilai bangunan semipermanen yang didirikan warga. “Itu hanya untuk bangunan ‘helikopter’ saja. Belum untuk bangunan di kanan-kiri Kali Banger,” ujarnya.

DLH juga menyiagakan 24 relawan Kali Banger. Relawan yang bertugas mengambil sampah dari Kali Banger ini diupah Rp 300 ribu per bulan. “Relawan ini merupakan warga sekitar. Harapannya, ada rasa kebersamaan untuk membersihkan lingkungannya,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Probolinggo Moch. Soufis Subri mengaku Kali Banger masih kumuh. Ini, tidak lepas dari kesadaran masyarakat untuk peduli terhadap lingkungannya. “Pak Wali sudah mengambil beberapa langkah. Termasuk rencana pendataan warga sekitar Kali Banger. Pembersihan Kali Banger akan ada tim yang dibentuk khusus untuk memantau Kali Banger,” ujarnya. (put/rud)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Awal Mengeluh Greges, Nakes RSUD dr Saleh Positif Covid-19 Meninggal

Sumarsono meninggal setelah sempat dirawat selama 7 hari di RSUD dr Moh Saleh.

Hendak Parkir, Truk Tertabrak Motor di Nguling

Saat berbelok ke arah utara, sopir truk tak mengetahui ada motor melaju dari arah barat ke arah timur.

Guru Dituntut Kreatif Mengajar di Tengah Pandemi  

Di saat pandemi, tugas guru tidak hanya sebagai pengajar tapi juga pembelajar, karena harus menemukan ide kreatif agar pembelajaran tetap menyenangkan.

Kali Wrati Masih Tercemar, Dewan Soroti Pengalihan Limbah

Polemik limbah yang mencemari sungai Wrati di Kecamatan Beji belum berakhir.

Perbaikan Jalan di Kab Probolinggo Dilanjut Hingga Akhir Tahun

Adanya perbaikan tersebut tidak terlepas dari adanya perubahan anggaran (P-APBD) yang dilakukan pihak PUPR