alexametrics
27.8 C
Probolinggo
Sunday, 14 August 2022

Tren Makan di Luar Naik Sebabkan Penerimaan Pajak Restoran Tinggi

PURWOREJO – Sampai kuartal pertama atau akhir April 2019, penerimaan pajak restoran di Kabupaten Pasuruan cukup tinggi. Yaitu mencapai Rp 7,2 Miliar atau 38,37 persen dari target tahunan sebesar Rp 19 Miliar.

Mokhammad Syafi’i, Kabid Pendataan, Penetapan dan Pelaporan Pendapatan di BKD Kabupaten Pasuruan mengatakan, realisasi pajak restoran sebesar 38,37 persen di kuartal pertama itu, sudah cukup tinggi. “Kalau melihat persentasenya sudah cukup bagus. Sebab sudah melebihi target persentase kuartal pertama hingga 38,37,” persen.

Menurutnya, pajak restoran di awal tahun ini cukup tinggi, karena bisnis kuliner sedang lancar. Mulai depot, kafe sampai rumah makan.

Ditambahkan Syafi’i, saat ini memang trennya masyarakat banyak makan di luar. Tak hanya makan, mereka nongkrong dan menghabiskan kegiatan di restoran. Sehingga, bisnis kuliner terus menggeliat.

“Kendati sudah ada jalan tol, tapi rumah makan tetap ramai di Pasuruan. Tak hanya masyarakat Pasuruan yang datang, namun juga pengendara yang melintas. Ini terlihat di rumah makan di Pandaan atau yang ke arah Probolinggo. Tetap laris,” terangnya.

Dengan realisasi sementara ini, BKD Kabupaten Pasuruan optimis target Rp 19 Miliar bisa tercapai sampai akhir tahun. Kendati tidak menutup kemungkinan, masih ada potensi kenaikan di semester pertama. (eka/fun)

PURWOREJO – Sampai kuartal pertama atau akhir April 2019, penerimaan pajak restoran di Kabupaten Pasuruan cukup tinggi. Yaitu mencapai Rp 7,2 Miliar atau 38,37 persen dari target tahunan sebesar Rp 19 Miliar.

Mokhammad Syafi’i, Kabid Pendataan, Penetapan dan Pelaporan Pendapatan di BKD Kabupaten Pasuruan mengatakan, realisasi pajak restoran sebesar 38,37 persen di kuartal pertama itu, sudah cukup tinggi. “Kalau melihat persentasenya sudah cukup bagus. Sebab sudah melebihi target persentase kuartal pertama hingga 38,37,” persen.

Menurutnya, pajak restoran di awal tahun ini cukup tinggi, karena bisnis kuliner sedang lancar. Mulai depot, kafe sampai rumah makan.

Ditambahkan Syafi’i, saat ini memang trennya masyarakat banyak makan di luar. Tak hanya makan, mereka nongkrong dan menghabiskan kegiatan di restoran. Sehingga, bisnis kuliner terus menggeliat.

“Kendati sudah ada jalan tol, tapi rumah makan tetap ramai di Pasuruan. Tak hanya masyarakat Pasuruan yang datang, namun juga pengendara yang melintas. Ini terlihat di rumah makan di Pandaan atau yang ke arah Probolinggo. Tetap laris,” terangnya.

Dengan realisasi sementara ini, BKD Kabupaten Pasuruan optimis target Rp 19 Miliar bisa tercapai sampai akhir tahun. Kendati tidak menutup kemungkinan, masih ada potensi kenaikan di semester pertama. (eka/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/