alexametrics
24.2 C
Probolinggo
Monday, 15 August 2022

Pengembangan Kampung Seni Probolinggo Tahun 2018 Kandas

MAYANGAN – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Probolinggo telah mengajukan anggaran Rp 1,4 miliar untuk mengembangkan Kampung Seni di Kecamatan Mayangan. Namun, hingga memasuki akhir tahun, pengajuan anggaran melalui dana alokasi khusus (DAK) itu tak kunjung disetujui.

Karenanya, rencana pengembangan kampung seni tahun ini kandas. Namun, Disbudpar masih terus berusaha untuk mengembangkan Kampung Seni. Yakni, dengan kembali mengajukan anggaran pada tahun anggaran 2019.

Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Disbudpar Kota Probolinggo Pramito Legowo mengatakan, rencananya Kampung Seni ini akan digabungkan dengan Taman Ria Anak (TRA). Namun, rencana itu belum bisa direalisasikan karena masih belum ada anggaran. “Kami ajukan di DAK, sehingga pada 2019 bisa dikerjakan. Namun, jika pada 2019 tidak turun, akan terus kami ajukan lagi,” ujarnya.

Anggaran yang diajukan masih sama, sekitar Rp 1,4 miliar. Jika dana itu turun, rencana menggabungkan Kampung Seni dengan TRA akan direalisasikan. Sehingga, pagar pembatasnya akan dibongkar. Selain itu, sejumlah alat permainan di TRA akan ditempatkan di Kampung Seni. “Termasuk kamar mandi yang akan dijadikan satu,” ujarnya.

Pramito mengatakan, pengajuan anggaran itu tidak perlu turun 100 persen. Turun 50 persen saja, sudah bisa digunakan untuk membuat Kampung Seni lebuh baik. “Cair 50 persen saja sudah bisa dikerjakan,” ujarnya.

Namun, sebelum mengajukan anggaran, Pramito mengaku, pihaknya telah memperbaiki sejumlah fasilitas Kampung Seni. Di antaranya, ada perbaikan gazebo, penyediaan toilet, dan menguras kolam.

Pramito menambahkan, sebelumnya pengembangan Kampung Seni pernah ditawarkan kepada salah satu pengusaha di Jakarta. Hasilnya, untuk mengembangkannya dibutuhkan anggaran sekitar Rp 5 miliar. (rpd/rud)

MAYANGAN – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Probolinggo telah mengajukan anggaran Rp 1,4 miliar untuk mengembangkan Kampung Seni di Kecamatan Mayangan. Namun, hingga memasuki akhir tahun, pengajuan anggaran melalui dana alokasi khusus (DAK) itu tak kunjung disetujui.

Karenanya, rencana pengembangan kampung seni tahun ini kandas. Namun, Disbudpar masih terus berusaha untuk mengembangkan Kampung Seni. Yakni, dengan kembali mengajukan anggaran pada tahun anggaran 2019.

Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Disbudpar Kota Probolinggo Pramito Legowo mengatakan, rencananya Kampung Seni ini akan digabungkan dengan Taman Ria Anak (TRA). Namun, rencana itu belum bisa direalisasikan karena masih belum ada anggaran. “Kami ajukan di DAK, sehingga pada 2019 bisa dikerjakan. Namun, jika pada 2019 tidak turun, akan terus kami ajukan lagi,” ujarnya.

Anggaran yang diajukan masih sama, sekitar Rp 1,4 miliar. Jika dana itu turun, rencana menggabungkan Kampung Seni dengan TRA akan direalisasikan. Sehingga, pagar pembatasnya akan dibongkar. Selain itu, sejumlah alat permainan di TRA akan ditempatkan di Kampung Seni. “Termasuk kamar mandi yang akan dijadikan satu,” ujarnya.

Pramito mengatakan, pengajuan anggaran itu tidak perlu turun 100 persen. Turun 50 persen saja, sudah bisa digunakan untuk membuat Kampung Seni lebuh baik. “Cair 50 persen saja sudah bisa dikerjakan,” ujarnya.

Namun, sebelum mengajukan anggaran, Pramito mengaku, pihaknya telah memperbaiki sejumlah fasilitas Kampung Seni. Di antaranya, ada perbaikan gazebo, penyediaan toilet, dan menguras kolam.

Pramito menambahkan, sebelumnya pengembangan Kampung Seni pernah ditawarkan kepada salah satu pengusaha di Jakarta. Hasilnya, untuk mengembangkannya dibutuhkan anggaran sekitar Rp 5 miliar. (rpd/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/