alexametrics
30.2 C
Probolinggo
Thursday, 3 December 2020

PKL yang Jualan di Acara Petik Laut PPP Mayangan Keluhkan Pungutan

MAYANGAN, Radar Bromo – Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan dalam acara petik laut di Pelabuhan Perikanan Pantai Mayangan, Kota Probolinggo, Minggu (24/11) mengeluh. Mereka mengaku sebelum berjualan dimintai pungutan Rp 25.000 oleh panitia.

Sejumlah pedagang menyebutkan, pungutan itu dilakukan panitia ketika mereka hendak masuk ke area pelabuhan. Petik laut ini digelar oleh Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Probolinggo. Sejumlah pedagang mengeluh karena tidak biasanya dimintai pungutan.

Seperti diutarakan Suhartatik, pedagang minuman dari Kelurahan/ Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. Ia mengaku dikenai tiket masuk untuk berjualan Rp 25.000. “Tadi waktu mau masuk memang membayar tiket masuk untuk jualan Rp 25.000. Itu, diserahkan kepada panitia yang ada di depan menggunakan seragam biru. Setelah itu, kami mencari stan untuk berjualan,” ujarnya.

Penarikan pungutan itu, menurutnya, memberatkan pedagang. Sebab, mereka berjualan belum tentu dagangannya habis dibeli pengunjung. “Kami jualan belum tentu laku, sudah ditarik pungutan, tentu kami sangat keberatan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Dedi Rahman, pedagang gado-gado dan bakso asal Kelurahan/Kecamatan Mayangan. Menurutnya, pungutan itu diminta saat dirinya akan masuk dan menggelar dagangannya dalam acara petik laut. Ia mengatakan, adanya pungutan tidak apa-apa asalkan jangan terlalu besar.

“Ada pungutan tidak apa-apa, asalkan masih terjangkau. Kalau Rp 25.000, itu sudah termasuk mahal. Jadi, kami sedikit keberatan. Bahkan, ada beberapa pedagang yang ditarik dua kali. Ada uang masuk untuk berjualan dan parkir Rp 5.000,” jelasnya.

Pernyataan Suhartatik dan Dedi, dikuatkan oleh Wahyu, pedagang batagor asal Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan. Dia juga mengaku dimintai duit Rp 25.000 agar bisa berjualan dalam acara petik laut di pelabuhan. “Memang ada pungutan dibayarkan ketika mau masuk,” ujarnya.

Namun, pengakuan para pedagang ini dibantah oleh Plt Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Probolinggo Zainul Fathoni. Bahkan, ia mengaku mengajukan permohonan pembebasan biaya masuk bagi semua pengunjung pelabuhan.

“Pungli tidak terjadi. Bahkan, kami ingin menggratiskan biaya masuk, namun tidak dikabulkan. Sehingga, penarikan karcis masuk tetap diberlakukan sebagaimana hari-hari biasa oleh petugas jaga pemerintah provinsi, kecuali panitia dan undangan,” ujarnya.

Menurutnya, panitia juga sudah mendapatkan izin penggunaan lahan untuk pendirian 20 stan UMKM dan stan sponsor di pelabuhan. Panitia memberlakukan biaya parkir bagi pengunjung sebagai jasa pelayanan dan pengamanan kendaraan bermotor.

“Panitia tidak pernah memungut biaya apapun bagi pedagang asongan dan kaki lima yang berjualan di dalam pelabuhan dan sekitar tempat berlangsungnya kegiatan. Kami hanya memberikan biaya parkir Rp 2.000 itu untuk jasa tukang parkir,” jelasnya. (ar/rud)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Kembali Kerek PAD Wisata Kab Pasuruan Tahun Depan

Target Pemkab Pasuruan untuk menggenjot pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor wisata tahun ini, cukup seret.

Intens Monitoring Lokasi Bencana Longsor di Akhir Tahun

Potensi bencana saat musim hujan perlu diwaspadai. Salah satunya tanah longsor.

Puskesmas Sumber Imunisasi Siswa saat Pandemi

Sejak November, Puskesmas Sumber mulai melaksanakan bulan imunisasi anak sekolah (Bias) di wilayah kerjanya.

Dua Dara Atlet Anggar Kota Probolinggo Incar Perunggu PON Pelajar

Dua atlet anggar Kota Probolinggo, sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti PON Pelajar 2021.

Stok Blangko E-KTP di Kab Pasuruan Dapat Tambahan 20 Ribu

Kabar gembira bagi warga Kabupaten Pasuruan yang hendak mengurus KTP elektronik (e-KTP).