Gara-gara Hindari Lubang Jalan, Dua Pemotor Tewas di Jalan Raya Watestani Nguling

DIAMANKAN: Dua motor diamankan dalam kecelakaan di Jalan Raya Watestani. Pengendara dua motor itu meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut. (Foto: Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

NGULING, Radar Bromo – Jalan berlubang memakan korban di Jalan Raya Watestani, Desa Watestani, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan. Jumat (25/10), dua pengendara motor tewas di jalan itu setelah menghindari jalan berlubang.

Kedua korban adalah Tihin, 43, warga Desa Karanglo, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan dan Ahmad Junaidi, 18, warga Desa Curahtulis, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.

Sebelum kecelakaan, Tihin, 43, berboncengan motor dengan anaknya, Ahmad Rahul, 12. Mereka mengendarai motor Honda Astrea Grand hitam Nopol N 6883 YQ. Mereka hendak mengunjungi kerabatnya di Desa Watestani, Kecamatan Nguling.

Setibanya di perempatan Nguling, Tihin berbelok ke selatan. Ia lantas mengendarai motornya melewati Jalan Raya Watestani dari utara ke selatan.

Saat itulah dari arah berlawanan melaju motor Yamaha Vixion warna ungu tanpa nopol yang dikemudikan Ahmad Junaidi. Lalu tiba-tiba motor keduanya bertabrakan.

Diduga, kedua motor menghindari jalan berlubang di depannya. Saat menghindari lubang jalan itulah, tabrakan kemudian terjadi.

Akibatnya, Ahmad Junaidi dan Tihin meregang nyawa. Ahmad Junaidi mengalami luka di pelipis kiri, robek pada lutut kiri dan mata kaki kiri, dan patah kaki kiri. Sementara Tihin mengalami luka robek di dahi kiri, pendarahan dari mulut dan telinga, serta patah pergelangan tangan kiri.

Jenazah keduanya langsung dibawa ke ruang pemulasaran RSUD dr. R Soedarsono Kota Pasuruan. Sedangkan, Ahmad Rahul yang dibonceng Tihin dirawat di IGD RSUD dr. R Soedarsono Kota Pasuruan. Dia mengalami patah kaki kiri, memar pada mata kanan dan luka robek pada pipi kanan.

Dua barang bukti (BB) berupa motor yang dikemudikan kedua korban meninggal diamankan ke Unit Laka Satlantas Polres Pasuruan Kota. Petugas pun langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kecelakaan. Hasilnya, diduga kecelakan terjadi disebabkan kedua pemotor menghindari jalan berlubang.

“Jalan Raya Watestani tidak mulus. Diduga ketika hendak menghindari lubang di depannya, kedua pemotor adu moncong dari depan. Akibatnya dua pengendara tewas. Sementara satu orang yang dibonceng mengalami luka parah,” jelas Kanit Laka Satlantas Polres Pasuruan Kota Iptu Ahmad Jayadi. (riz/hn/fun)