alexametrics
24C
Probolinggo
Monday, 18 January 2021

Harga Tembakau Naik, Ini Pemicunya

PAITON – Sebagian gudang tembakau di wilayah Kabupaten Probolinggo mulai buka. Harga tembakau pun merangkak naik. Jika saat panen pertama hanya Rp 25 ribu, kini menjadi Rp 34 ribu per kilogram.

Hal itu seperti disampaikan Niman, 50, buruh tani tembakau, warga Desa Karanganyar, Kecamatan Paiton. “Saat panen pertama, daun paling bawah yang dipanen. Jadi, harganya murah. Sekarang panen daun yang tengah, jadi lebih mahal. Tambah ke atas, tambah mahal. Targetnya bisa panen empat kali,” tuturnya.

Hal serupa disampaikan Rifai, 45, petani tembakau asal Desa Karanganyar, Paiton. Menurutnya, saat ini harga tembakau Rp 35 ribu per kilogram. “Saat panen pertama bulan Juli, harganya Rp 27 ribu sampai Rp 30 ribu per kilogram,” tuturnya.

Namun, menurutnya, harga Rp 30 ribu per kilogram belum menguntungkan petani. “Harga Rp 30 ribu per kilogram belum untung. Sebab, harga perawatan mahal. Lahan seluas 350 meter persegi saja habis biaya Rp 2 juta,” lanjutnya.

Sementara Rosyidi, 38, pedagang tembakau asal Desa Karanganyar, Kecamatan Paiton mengaku, harga tembakau belum normal. Tapi, pembelian oleh gudang sudah dilayani. Seperti Gudang Garam dan Djarum. Rencananya, gudang Sampoerna atau Sadana akan buka Senin (27/08).

Menurutnya, saat ini harga tembakau antara Rp 33 ribu – Rp 40 ribu per kilogram. Tergantung jenis daun. Saat buka pertama, harga sekitra Rp 30 ribu – Rp 37 ribu per kilogram.

Namun, menurutnya, saat ini produksi tembakau berkurang 20 – 30 persen dari masa tanam sebelumya. “Biasanya bisa panen empat kali, sekarang hanya dua kali,” tuturnya.

Salah satu penyebabnya, karena saat ini tanaman tembakau banyak yang terserang penyakit ker–ker. Sehingga, pertumbuhannya tidak maksimal. Banyak tanaman tembakau yang pendek. (hil/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU