alexametrics
27.1 C
Probolinggo
Wednesday, 29 June 2022

Arkeolog akan Turun Pekan Depan untuk Teliti Struktur Batu Bata di Candiwates

PRIGEN – Struktur batu bata merah yang diduga berasal dari kerajaan Majapahit, mulai menarik perhatian warga. Lokasi penemuan di areal persawahan, Dusun Kalongan, Desa Candiwates, Kecamatan Prigen, itu bahkan jadi tempat wisata dadakan.

Betapa tidak. Sawah milik Prawoto, 40, warga setempat, itu terus didatangi warga. Mulai pagi, bahkan sampai malam hari. Mereka tidak hanya berasal dari desa setempat, tapi juga dari desa sekitarnya di kecamatan lain. Mereka bergantian melihat struktur batu bata yang diduga sendang atau saluran air itu.

Sambil menunggu identifikasi oleh arkeolog dari Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulon di Mojokerto datang, kini lokasi itu dijaga warga. Di sekeliling struktur batu bata merah juga dipasang tali pengaman.

“Pemasangannya mulai Kamis (23/8) sore oleh Pemdes Candiwates dengan dibantu warga setempat. Tujuannya, agar lokasi utama dari struktur batu bata ini tidak rusak,” terang Heri, ketua RT setempat.

Meskipun dipasang tali pengaman, pengunjung yang berdatangan ke lokasi, tetap bisa melihat struktur batu bata merah itu. Termasuk wartawan media ini yang Jumat (24/8) pagi datang ke lokasi untuk kesekian kalinya.

“Bagi kami, penemuan struktur batu bata ini sangatlah berharga. Karena itu harus dijaga agar tetap utuh dan tidak rusak. Saat ini saja, keberadaannya membawa berkah bagi warga karena menjadi wisata dadakan,” ucapnya.

Sementara itu, Korwil Pasuruan BPCB Trowulan Sulikhin menegaskan, surat pengajuan identifikasi lanjutan dari Disbudpar Kabupaten Pasuruan dan Pemdes Candiwates sudah diserahkan ke pimpinannya. Bahkan, sudah dibahas khusus dalam rapat internal BPCB Trowulan.

Menurutnya, rapat memutuskan agar secepatnya dilakukan identifikasi lanjutan atas struktur batu bata merah itu. “Tim identifikasi dari BPCB Trowulan pasti akan turun ke lapangan bersama arkeolog. Kami agendakan pekan depan yaitu Senin (27/8) atau Selasa (28/8),” ungkapnya. (zal/fun)

PRIGEN – Struktur batu bata merah yang diduga berasal dari kerajaan Majapahit, mulai menarik perhatian warga. Lokasi penemuan di areal persawahan, Dusun Kalongan, Desa Candiwates, Kecamatan Prigen, itu bahkan jadi tempat wisata dadakan.

Betapa tidak. Sawah milik Prawoto, 40, warga setempat, itu terus didatangi warga. Mulai pagi, bahkan sampai malam hari. Mereka tidak hanya berasal dari desa setempat, tapi juga dari desa sekitarnya di kecamatan lain. Mereka bergantian melihat struktur batu bata yang diduga sendang atau saluran air itu.

Sambil menunggu identifikasi oleh arkeolog dari Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulon di Mojokerto datang, kini lokasi itu dijaga warga. Di sekeliling struktur batu bata merah juga dipasang tali pengaman.

“Pemasangannya mulai Kamis (23/8) sore oleh Pemdes Candiwates dengan dibantu warga setempat. Tujuannya, agar lokasi utama dari struktur batu bata ini tidak rusak,” terang Heri, ketua RT setempat.

Meskipun dipasang tali pengaman, pengunjung yang berdatangan ke lokasi, tetap bisa melihat struktur batu bata merah itu. Termasuk wartawan media ini yang Jumat (24/8) pagi datang ke lokasi untuk kesekian kalinya.

“Bagi kami, penemuan struktur batu bata ini sangatlah berharga. Karena itu harus dijaga agar tetap utuh dan tidak rusak. Saat ini saja, keberadaannya membawa berkah bagi warga karena menjadi wisata dadakan,” ucapnya.

Sementara itu, Korwil Pasuruan BPCB Trowulan Sulikhin menegaskan, surat pengajuan identifikasi lanjutan dari Disbudpar Kabupaten Pasuruan dan Pemdes Candiwates sudah diserahkan ke pimpinannya. Bahkan, sudah dibahas khusus dalam rapat internal BPCB Trowulan.

Menurutnya, rapat memutuskan agar secepatnya dilakukan identifikasi lanjutan atas struktur batu bata merah itu. “Tim identifikasi dari BPCB Trowulan pasti akan turun ke lapangan bersama arkeolog. Kami agendakan pekan depan yaitu Senin (27/8) atau Selasa (28/8),” ungkapnya. (zal/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/