2.433 Personel Siap Amankan Pilkades Serentak Kab Pasuruan

PURWOREJO, Radar Bromo – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Pasuruan pada 23 November mendatang jadi perhatian pihak kepolisian dan TNI setempat. Untuk mengamankan Pilkades di 243 desa, polisi-TNI siapkan 2.433 personel.

Pengamanan Pilkades serentak tahun ini dapat atensi khusus. Sebab, jumlahnya jauh lebih banyak ketimbang tahun 2017 lalu yang tercatat ada 46 desa menggelar Pilkades.

Kabag Ops Polres Pasuruan Kota Kompol Hari Subagyo mengatakan, bahwa pengamanan Pilkades itu meliputi pemetaan potensi kerawanan. Dari mulai awal tahap pelaksanaan sampai pelantikan nantinya.

“Banyak prediksi potensi kerawanan dalam pilkades, mulai protes dari masyarakat terkait calon, perseteruan tim sukses, intimidasi, jual beli suara, sampai ketidakpuasan nantinya dari hasil Pilkades,” terang perwira polisi dengan satu melati di pundaknya itu.

Namun, dari kepolisian nantinya akan fokus dalam pengamanan agar Pilkades dapat berjalan dengan lancar. Untuk pelibatan personel di Polres Pasuruan Kota membutuhkan 588 personel. Kondisi itu membuat Polresta butuh bantuan dari resor lain. Sebab, personel Polresta sendiri hanya berkekuatan 499 personel. “Nantinya kekurangan tersebut akan kita cukupi dengan bantuan polres tetangga mulai dari Malang, Probolinggo, sampai Lumajang,” terangnya.

Dari jumlah tersebut, nantinya per TPS diberikan pengamanan 8 kepolisian dan 10 Linmas. “Kami juga akan petakan. Jika merupakan TPS rawan, pengamanan untuk kepolisian bisa 15 personel,” terangnya.

Kabag Ops Polres Pasuruan Kompol Subadar mengatakan, untuk wilayah Polres Pasuruan disiapkan hingga 1.412 personel, jumlah ini mulai dari Pengamanan TPS sampai patroli. “Untuk per TPS nanti bisa ada 10-12 personel yang diterjunkan, juga melihat tingkat kerawanan di TPS,” terangnya.

Terkait daerah rawan sendiri, Polres Pasuruan nantinya akan memetakan. Namun, karena masih belum pendaftaran calon sehingga belum bisa dikatakan daerah mana yang rawan konflik.

“Biasanya daerah rawan itu melihat sejarah konflik sampai jumlah calon kepala desa. Jika cukup banyak nantinya bisa berpotensi rawan konflik,” terangnya.

Sedangkan dari Kodim 0819, menyiapkan 433 personel dalam Pilkades mendatang. Namun, juga akan melihat kebutuhan dari pengamanan dan bisa ditambah nantinya.

Tri Agus Budiharto, Plt kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa mengharapkan panitia desa bisa mematuhi tahapan Pilkades yang ditetapkan. “Ini, lantaran jika ada satu yang mundur, maka akan mempengaruhi tahapan Pilkades selanjutnya,” terangnya.

Dari jadwal tahapan pelaksanaan Pilkades serentak tahun 2019 ini, jadwal pemungutan dan perhitungan suara pada 23 November mendatang. “Dan untuk pelantikan prediksi tanggal 30-31 Desember mendatang,” ujarnya. (eka/mie)