ISPA Bisa Menyerang saat Puasa, Begini Ciri-cirinya

BANGIL – Perubahan pola makan saat puasa, membuat tubuh rentan terhadap serangan penyakit. Salah satu yang patut diwaspadai adalah penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

Karenanya, Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan mengimbau masyarakat untuk menjaga pola makan dan asupan nutrisi. Sehingga risiko terserang penyakit bisa ditekan.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan, Agus Eko Iswahyudi. Ia menyampaikan, pola makan yang berubah-ubah saat Ramadan, rentan terserang penyakit ISPA.

Terlebih dengan kondisi cuaca yang cenderung panas. Banyak debu-debu yang berterbangan sehingga rentan terhirup saat mengambil nafas.

Dampaknya, risiko penyakit ISPA semakin tinggi. “Pola makan yang berubah-ubah ditambah cuaca yang relatif panas, beresiko terjangkit ISPA,” sampainya.

Risiko itu bisa semakin muncul, ketika berbuka. Karena kecenderungannya, masyarakat suka menyudahi puasa dengan minuman dingin. Karena dianggap lebih menyegarkan.

“Padahal, minum dingin setelah berpuasa, tidak baik. Salah satunya bisa meningkatkan risiko ISPA. Sebaiknya, minum air yang hangat,” ujarnya.

Risiko ISPA, kata Agus, bisa dicegah dengan mengkonsumsi makanan yang sehat. Di samping air hangat, juga bisa dengan mengkonsumsi sayur dan buah ketika berbuka.

Menurut Agus, ISPA memang penyakit yang banyak ditemukan. Penularannya pun mudah, karena bisa melalui udara melalui bersin dan lainnya. Sejak Januari, sudah ada lebih dari seribu kasus ISPA.

“Ciri-cirinya, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, pusing dan beberapa tanda-tanda lain,” jelasnya. (one/fun)