Dikira Korona, Warga Randuputih Dringu Takut Dekati Jenazah

DRINGU, Radar Bromo – Makin menyebarnya virus korona membuat masyarakat resah dan panik. Selasa (24/3), warga Dusun Parsean, Desa Randuputih, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, geger. Ada salah seorang warga meninggal karena demam. Namun, kabar yang beredar, terjangkit Covid-19. Karenanya, warga enggan mendekati jenazah.

Padahal, Rumah Sakit Umum (RSU) Wonolangan, Kecamatan Dringu, memastikan pasien Saturi meninggal karena demam biasa dan tidak ada gejala ke arah Covid-19. Syukur, tim dari Puskesmas Dringu datang memberikan sosialisasi dan pemahaman kepada warga.

Kejadian ini juga membuat kepala desa dan kepala dusun turun tangan. Sebab, saat jenazah Saturi diturunkan dari ambulans, banyak warga yang tidak berani mendekat. Kepala dusun bersama kepala desa pun memberikan pengertian, jika Saturi meninggal bukan karena Covid-19.

Kepala Dusun Parsean Frendi Suherman mengatakan, banyak warga termakan hoax dari media sosial. Mereka menyimpulkan jenazah Saturi meninggal karena terkena virus. Karenanya, pihaknya berharap ada informasi yang jelas berupa surat dari pihak kesehatan agar warga tidak panik. “Warga panik dan takut, jenazah meninggal karena korona. Karena itu, perlu ada pemahaman dan sosialisasi dari petugas kesehatan,” terangnya.

Kepala Puskesmas Dringu dr. Lina Wahyu Hidayati mengatakan, berdasarkan informasi dari RSU Wonolangan, tidak ada faktor risiko Covid-19 pada jenazah Saturi. “Kami redam kepanikan masyarakat supaya kondusif. Kami imbau supaya masyarakat tidak mudah percaya oleh berita bohong. Sebelum ada konfirmasi dari pihak yang bisa dipertanggungjawabkan,” katanya.

Terpisah, dr. Dira, dokter jaga rawat inap RSU Wonolangan mengatakan, Saturi masuk ke RSU Senin (23/3), sekitar pukul 21.00. Kemarin, sekitar pukul 09.00, Saturi meninggal. “Pasien Saturi meninggal karena sakit demam. Tidak ada gejala terjangkit Covid-19,” ujarnya memastikan. (mas/rud)