Paling Cepat Review Perda RTRW untuk Wisata Keluarga di Prigen Dibahas Tahun Depan

JALAN NAIK: Sejumlah pendaki melintas di jalan menuju puncang Welirang-Arjuno, beberapa waktu lalu. Pengembangan wisata keluarga di Tretes, Prigen, harus mencakup berbagai aspek. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PASURUAN – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan merealisasikan Prigen sebagai kawasan wisata keluarga tak bisa dilakukan dengan mulus. Sebab, saat ini rencana tersebut masih dihadapkan dengan sejumlah kendala. Salah satunya, yakni terkait dengan regulasi tentang tata ruang dan wilayah.

Oleh karena itu, pemerintah harus mempersiapkan peruntukan kawasan Prigen yang akan dijadikan industri wisata. Hal itu bisa dilakukan dengan perubahan Perda Rencana Tata Ruang dan Wilayah Nomor 12/2010.

“Paling cepat bisa dilakukan pada 2019. Misalkan nanti ada perubahan Perda RTRW, bisa disesuaikan sehingga peluang investor untuk membuka wahana wisata di Pasuruan terbuka,” kata M Irsyad Yusuf, bupati Pasuruan.

Irsyad menyebut, review Perda itulah yang akan ditempuh sebagai upaya percepatan realisasi industri wisata di Prigen. Dia menyebut, perubahan perda itu nantinya akan disesuaikan dengan permintaan investor.

Di sisi lain, pemerintah juga akan tetap memperhatikan aspek lainnya seperti ekosistem. Sehingga, realisasi industri wisata itu tak mengganggu kondisi lingkungan. Menurutnya, pemerintah akan mengakomodasi titik mana saja lahan yang diajukan sebagai peruntukan wisata oleh investor.

“Kami akan lihat jika tak mengganggu LPPB (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan) ataupun ekosistem akan kami siapkan,” ujarnya.

Irsyad juga berharap, wisata keluarga tersebut akan menarik minat wisatawan. Oleh karena itu, wahana yang mesti didirikan nanti harus terdiri atas beberapa pilihan. “Misalnya saja spot tourism olahraga kuda pacu. Saya lihat potensi ini besar di wilayah Prigen, bahkan untuk skala nasional,” ungkapnya.

Irsyad juga menyinggung beberapa wahana yang tak kalah penting lainnya seperti wisata edukasi agro yang juga memiliki potensi besar di Prigen. “Harus ada pilihan alternatif yang jadi tujuan wisatawan. Selain spot tourism, wisata edukasi agro, hiking. Jadi, wisatawan punya banyak pilihan,” pungkas dia. (tom/fun)