alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

1,2 Hektare Hutan Sumber Terbakar, Diduga Ulah Tangan Manusia

SUMBER, Radar Bromo – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Probolinggo. Rabu lalu (23/10), karhutla terjadi di Desa Tukul Dusun Plapa Kecamatan Sumber. Kebakaran tersebut setidaknya menghanguskan sekitar 1,2 hektare lahan milik perhutani.

Beruntung, kondisi Kamis (24/10) pagi, api mulai berangsur padam. Di samping itu api terhalang oleh aliran sungai. Sehingga kebakaran tak sampai meluas.

Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo, Anggit Hermanuadi mengatakan, kebakaran hutan di Desa Tukul Sumber itu sekitar pukul 10.00, Rabu lalu (23/10). Dalam insiden tersebut, BPBD mendatangi lokasi dan melakukan assessment bersama dengan Perhutani, TNI dan Masyarakat.

”Kabar terbaru, api mulai berangsur padam, tapi belum padam bisa dipadamkan secara total. Pemantauan dan upaya tetap dilakukan mewaspadai merembetnya api,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, Kamis (24/10).

TERLIHAT: Asap akibat terbakar terlihat dari kejauhan. (Foto: TRC-PB BPBD for Jawa Pos Radar Bromo)

Anggit menjelaskan, pemadaman dilakukan dengan manual, karena berada di tengah hutan. Pihaknya sendiri belum dapat memastikan penyebab terjadinya kebakaran. Bisa karena faktor suhu cuaca panas, atau ulah tangan manusia yang sengaja membakar. Hanya saja diperkirakan luas lahan yang terbakar sekitar 1,2 hektare milik perhutani.

”Lokasi kebakaran sangat terjal, sulit dijangkau oleh kendaraan roda dua. Jarak sekitar 4 km jalan kaki dari jalan Sumber Ledok Ombo. masuk ke barat. Lokasinya jauh dari rumah penduduk. Petugas sudah koordinasi dengan pihak perhutani. Saat ini, sisa yang terbakar hanya semak semak belukar,” ungkapnya.

Karhutla diungkapkan Anggit, tidak hanya terjadi di Sumber. Beberapa hari lalu, Minggu (20/10), juga terjadi karhutla di beberapa wilayah. Seperti di Desa Jetak dan Wonotoro Kecamatan Sukapura. Kemudian di Desa Sapih Kecamatan Lumbang dan Lereng Gunung Argopuro yang masuk pada Wilayah Kecamatan Gading dan Krucil.

”Lokasi kejadian yang jauh dari permukiman dan memiliki morfologi terjal, menjadi penghambat pemadaman. Sehingga koordinasi dan pemantauan dilakukan pada radius tertentu,” katanya. (mas/fun)

SUMBER, Radar Bromo – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Probolinggo. Rabu lalu (23/10), karhutla terjadi di Desa Tukul Dusun Plapa Kecamatan Sumber. Kebakaran tersebut setidaknya menghanguskan sekitar 1,2 hektare lahan milik perhutani.

Beruntung, kondisi Kamis (24/10) pagi, api mulai berangsur padam. Di samping itu api terhalang oleh aliran sungai. Sehingga kebakaran tak sampai meluas.

Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo, Anggit Hermanuadi mengatakan, kebakaran hutan di Desa Tukul Sumber itu sekitar pukul 10.00, Rabu lalu (23/10). Dalam insiden tersebut, BPBD mendatangi lokasi dan melakukan assessment bersama dengan Perhutani, TNI dan Masyarakat.

”Kabar terbaru, api mulai berangsur padam, tapi belum padam bisa dipadamkan secara total. Pemantauan dan upaya tetap dilakukan mewaspadai merembetnya api,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, Kamis (24/10).

TERLIHAT: Asap akibat terbakar terlihat dari kejauhan. (Foto: TRC-PB BPBD for Jawa Pos Radar Bromo)

Anggit menjelaskan, pemadaman dilakukan dengan manual, karena berada di tengah hutan. Pihaknya sendiri belum dapat memastikan penyebab terjadinya kebakaran. Bisa karena faktor suhu cuaca panas, atau ulah tangan manusia yang sengaja membakar. Hanya saja diperkirakan luas lahan yang terbakar sekitar 1,2 hektare milik perhutani.

”Lokasi kebakaran sangat terjal, sulit dijangkau oleh kendaraan roda dua. Jarak sekitar 4 km jalan kaki dari jalan Sumber Ledok Ombo. masuk ke barat. Lokasinya jauh dari rumah penduduk. Petugas sudah koordinasi dengan pihak perhutani. Saat ini, sisa yang terbakar hanya semak semak belukar,” ungkapnya.

Karhutla diungkapkan Anggit, tidak hanya terjadi di Sumber. Beberapa hari lalu, Minggu (20/10), juga terjadi karhutla di beberapa wilayah. Seperti di Desa Jetak dan Wonotoro Kecamatan Sukapura. Kemudian di Desa Sapih Kecamatan Lumbang dan Lereng Gunung Argopuro yang masuk pada Wilayah Kecamatan Gading dan Krucil.

”Lokasi kejadian yang jauh dari permukiman dan memiliki morfologi terjal, menjadi penghambat pemadaman. Sehingga koordinasi dan pemantauan dilakukan pada radius tertentu,” katanya. (mas/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/