alexametrics
28.9 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

Gudang-Surau di Condong-Gading Ludes Dilalap Api

GADING, Radar Bromo – Sebuah gudang peralatan peternakan ayam milik Mahfud, warga Desa Condong, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, dilalap api. Senin (23/9), bangunan semi permanen dua lantai itu ludes.

Syukur api tak sampai merambat ke kandang berisi 12 ribu ekor ayam. Jarak kandang dari kobaran api ini hanya sekitar 5 meter. Berkat kesigapan warga, api bisa cepat dipadamkan.

Kakak kandung Mahfud, Sayedi, 42, mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 07.30. Saat itu kandang ayam pedagingnya sepi. “Waktu itu saya mendapat kabar dari warga. Kemudian cepat-cepat ke lokasi untuk membantu adik memadamkan api,” ujarnya.

Sesampainya di lokasi, warga sekitar sudah ramai berusaha ikut memadamkan api. Mereka bahu-membahu memadamkan api menggunakan air dan alat seadanya. Bangunan yang 95 persen berbahan kayu ini cepat habis terbakar api. “Karena bangunan ini berupa kayu, api dengan cepat membakar dan menghanguskan bangunan,” ujarnya.

Setelah 30 menit, api benar-benar dapat dipadamkan. Sayedi mengatakan, bangunan berukuran 5×4 meter ini memiliki dua lantai. Lantai 1 digunakan sebagai tempat menyimpan peralatan peternakan ayam. Di lantai 2 dijadikan surau.

Diduga, kebakaran ini terjadi akibat hubungan pendek arus listrik. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, Sayedi memperkirakan ada kerugian sekitar Rp 15 juta. “Untungnya warga membantu memadamkan api. Jika tidak, api kemungkinan merambat ke kandang ayam yang kapasitasnya 12 ribu ekor. Jaraknya hanya 5 meter,” ujarnya. (ar/rud/fun)

GADING, Radar Bromo – Sebuah gudang peralatan peternakan ayam milik Mahfud, warga Desa Condong, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, dilalap api. Senin (23/9), bangunan semi permanen dua lantai itu ludes.

Syukur api tak sampai merambat ke kandang berisi 12 ribu ekor ayam. Jarak kandang dari kobaran api ini hanya sekitar 5 meter. Berkat kesigapan warga, api bisa cepat dipadamkan.

Kakak kandung Mahfud, Sayedi, 42, mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 07.30. Saat itu kandang ayam pedagingnya sepi. “Waktu itu saya mendapat kabar dari warga. Kemudian cepat-cepat ke lokasi untuk membantu adik memadamkan api,” ujarnya.

Sesampainya di lokasi, warga sekitar sudah ramai berusaha ikut memadamkan api. Mereka bahu-membahu memadamkan api menggunakan air dan alat seadanya. Bangunan yang 95 persen berbahan kayu ini cepat habis terbakar api. “Karena bangunan ini berupa kayu, api dengan cepat membakar dan menghanguskan bangunan,” ujarnya.

Setelah 30 menit, api benar-benar dapat dipadamkan. Sayedi mengatakan, bangunan berukuran 5×4 meter ini memiliki dua lantai. Lantai 1 digunakan sebagai tempat menyimpan peralatan peternakan ayam. Di lantai 2 dijadikan surau.

Diduga, kebakaran ini terjadi akibat hubungan pendek arus listrik. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, Sayedi memperkirakan ada kerugian sekitar Rp 15 juta. “Untungnya warga membantu memadamkan api. Jika tidak, api kemungkinan merambat ke kandang ayam yang kapasitasnya 12 ribu ekor. Jaraknya hanya 5 meter,” ujarnya. (ar/rud/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/