alexametrics
25.6 C
Probolinggo
Saturday, 21 May 2022

Dirjen IKM Kemenperin Datang ke Ponpes Nurul Jadid, Dorong Santri jadi Wirausaha

PAITON, Radar Bromo – Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA), mengajak para santri untuk menjadi wirausaha industri terutama di sektor digital. Pasalnya, Indonesia diprediksi menjadi negara ekonomi terkuat yang salah satunya berasal dari sektor industri digital.

Itu lah yang disampaikan Gati Wibawaningsih, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka, dalam kunjungannya ke Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Jadid Selasa (23/7) siang. Menurutnya, santri yang memiliki iman kuat patut didorong untuk menjadi seorang wirausaha. Pasalnya, menjadi wirausaha harus didasari iman yang kuat.

“Santri ini kan imannya sudah kuat. Karena itu kami dorong agat menjadi wirausahawan tangguh. Menjadi wirausaha perku iman tanggung,” ujarnya.

Menurut perempuan yang akrab disapa Gati itu, para santri ia yakini akan menjadi penopang wirausaha di indonesia. Ke depan akan bersaing bersama dengan yang lainnya. “Terutama di era digitalisasi ini, kami harapkan santri bisa menumbuhkan start up baru yang bisa bersaing,” jelasnya.

Kemenperin sendiri memiliki program Wira Usaha Baru (WUB) santri berindustri. Progra ini membimbing secara tekhnis untuk bisa berwira usaha. “Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para santripreneur, dalam menghadapi era industri digital. serta agar mampu memanfaatkan perkembangan teknologi digital terkini,” katanya.

Di era digital ini, santri dituntut untuk tidak hanya mendalami ilmu agama. Tetapi juga melek terhadap perkembangan teknologi digital. Apalagi menghadapi era industri 4.0. pihaknya meyakini, pondok pesantren juga dapat berperan strategis dalam mendukung pertumbuhan industri 4.0 di Indonesia.

“Selain dikenal menjadi tempat untuk menempa para santri yang berakhlak dan berbudi pekerti luhur, ulet, jujur, dan pekerja keras, Ponpes memiliki potensi pemberdayaan ekonomi, karena sudah banyak pondok pesantren yang mendirikan koperasi serta mengembangkan berbagai unit bisnis.

“Cakupan ruang lingkup pembinaan kami diantaranya, pelatihan produksi dan bantuan mesin atau peralatan di bidang olahan pangan dan minuman (roti dan kopi), perbengkelan roda dua, kerajinan boneka dan kain perca, konveksi busana muslim dan seragam, daur ulang sampah, produksi pupuk organik cair serta pendampingan SNI garam beryodium. Dari itu kami merangkul santri Menuju Era Indutri 4.0,” tambah Gati. (sid/fun)

PAITON, Radar Bromo – Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA), mengajak para santri untuk menjadi wirausaha industri terutama di sektor digital. Pasalnya, Indonesia diprediksi menjadi negara ekonomi terkuat yang salah satunya berasal dari sektor industri digital.

Itu lah yang disampaikan Gati Wibawaningsih, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka, dalam kunjungannya ke Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Jadid Selasa (23/7) siang. Menurutnya, santri yang memiliki iman kuat patut didorong untuk menjadi seorang wirausaha. Pasalnya, menjadi wirausaha harus didasari iman yang kuat.

“Santri ini kan imannya sudah kuat. Karena itu kami dorong agat menjadi wirausahawan tangguh. Menjadi wirausaha perku iman tanggung,” ujarnya.

Menurut perempuan yang akrab disapa Gati itu, para santri ia yakini akan menjadi penopang wirausaha di indonesia. Ke depan akan bersaing bersama dengan yang lainnya. “Terutama di era digitalisasi ini, kami harapkan santri bisa menumbuhkan start up baru yang bisa bersaing,” jelasnya.

Kemenperin sendiri memiliki program Wira Usaha Baru (WUB) santri berindustri. Progra ini membimbing secara tekhnis untuk bisa berwira usaha. “Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para santripreneur, dalam menghadapi era industri digital. serta agar mampu memanfaatkan perkembangan teknologi digital terkini,” katanya.

Di era digital ini, santri dituntut untuk tidak hanya mendalami ilmu agama. Tetapi juga melek terhadap perkembangan teknologi digital. Apalagi menghadapi era industri 4.0. pihaknya meyakini, pondok pesantren juga dapat berperan strategis dalam mendukung pertumbuhan industri 4.0 di Indonesia.

“Selain dikenal menjadi tempat untuk menempa para santri yang berakhlak dan berbudi pekerti luhur, ulet, jujur, dan pekerja keras, Ponpes memiliki potensi pemberdayaan ekonomi, karena sudah banyak pondok pesantren yang mendirikan koperasi serta mengembangkan berbagai unit bisnis.

“Cakupan ruang lingkup pembinaan kami diantaranya, pelatihan produksi dan bantuan mesin atau peralatan di bidang olahan pangan dan minuman (roti dan kopi), perbengkelan roda dua, kerajinan boneka dan kain perca, konveksi busana muslim dan seragam, daur ulang sampah, produksi pupuk organik cair serta pendampingan SNI garam beryodium. Dari itu kami merangkul santri Menuju Era Indutri 4.0,” tambah Gati. (sid/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/