alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

118 Ribu Pekerja Sudah Terima Pencairan Bantuan Subsidi Upah

BUGUL KIDUL, Radar Bromo – Bantuan Subsidi Upah (BSU) Pekerja di Pasuruan–Probolinggo sudah mencapai 118.561 tenaga kerja pencairan. Pencairan ini masuk dalam tahap kelima bulan Oktober. Belum semua penyetor rekening mendapatkan BSU, lantaran ada sekitar 4.417 data rekening yang masih bermasalah.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK) atau dikenal dengan BP Jamsostek Pasuruan dan Probolinggo Arie Fianto Syofian mengatakan, sampai bulan Oktober ini, pencairan BSU Pekerja berakhir pencairan sampai tahap kelima. Di Pasuruan tercatat ada 118.561 pekerja yang mendapatkan bantuan subsidi upah sebesar Rp 1,2 juta.

“Jumlah rekening yang dilaporkan mencapai 122.978 pekerja. Namun yang berhasil dicairkan sampai tahap kelima kemarin hanya 118.561 atau 96,4 persen,” terangnya.

Arie mengatakan, memang tak semua rekening yang dilaporkan setelah dievaluasi dari pusat disebut invalid. Termasuk di Jawa Timur sendiri, hanya 88,2 persen yang berhasil tersalurkan dari 1,676 juta pekerja yang melapor.

“Masalahnya beragam. Mulai dari NIK tidak valid, nomor rekening terblokir, nama peserta dan nama di rekening berbeda. Hal-hal ini membuat setelah ada verifikasi di pusat, BSU tidak cair ke rekening yang bersangkutan,” terangnya.

Dikatakan Arie Fianto, sifat dari BP Jamsostek adalah memberikan data dan nomor rekening saja. “Namun untuk evaluasi dan pencairan bansos tetap ranah dari Kementerian Keuangan,” terangnya.

Namun jika ada peserta yang dari perusahaan sudah melaporkan dan sampai saat ini belum cair, bisa melaporkan via online di bantuan.kemnaker.go.id atau via wa di nomer 08119303305. Sehingga yang merasa berhak bansos pekerja namun belum mendapatkan pencairan, bisa mendaftarkan rekening baru. Agar nantinya pencairan tahap kedua nantinya tidak ada masalah lagi. (eka/fun)

BUGUL KIDUL, Radar Bromo – Bantuan Subsidi Upah (BSU) Pekerja di Pasuruan–Probolinggo sudah mencapai 118.561 tenaga kerja pencairan. Pencairan ini masuk dalam tahap kelima bulan Oktober. Belum semua penyetor rekening mendapatkan BSU, lantaran ada sekitar 4.417 data rekening yang masih bermasalah.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK) atau dikenal dengan BP Jamsostek Pasuruan dan Probolinggo Arie Fianto Syofian mengatakan, sampai bulan Oktober ini, pencairan BSU Pekerja berakhir pencairan sampai tahap kelima. Di Pasuruan tercatat ada 118.561 pekerja yang mendapatkan bantuan subsidi upah sebesar Rp 1,2 juta.

“Jumlah rekening yang dilaporkan mencapai 122.978 pekerja. Namun yang berhasil dicairkan sampai tahap kelima kemarin hanya 118.561 atau 96,4 persen,” terangnya.

Arie mengatakan, memang tak semua rekening yang dilaporkan setelah dievaluasi dari pusat disebut invalid. Termasuk di Jawa Timur sendiri, hanya 88,2 persen yang berhasil tersalurkan dari 1,676 juta pekerja yang melapor.

“Masalahnya beragam. Mulai dari NIK tidak valid, nomor rekening terblokir, nama peserta dan nama di rekening berbeda. Hal-hal ini membuat setelah ada verifikasi di pusat, BSU tidak cair ke rekening yang bersangkutan,” terangnya.

Dikatakan Arie Fianto, sifat dari BP Jamsostek adalah memberikan data dan nomor rekening saja. “Namun untuk evaluasi dan pencairan bansos tetap ranah dari Kementerian Keuangan,” terangnya.

Namun jika ada peserta yang dari perusahaan sudah melaporkan dan sampai saat ini belum cair, bisa melaporkan via online di bantuan.kemnaker.go.id atau via wa di nomer 08119303305. Sehingga yang merasa berhak bansos pekerja namun belum mendapatkan pencairan, bisa mendaftarkan rekening baru. Agar nantinya pencairan tahap kedua nantinya tidak ada masalah lagi. (eka/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/