Backup Tenaga Medis ke Andungbiru untuk Bantu Pelayanan Polindes

SEPI: Gedung Polindes di Andungbiru yang nampak lengang lantaran tidak ada tenaga kesehatan. Agar pelayanan kesehatan warga tak terganggu, Puskesmas Tiris sudah mengerahkan tenaga kesehatan supaya bisa melayani masyarakat. (Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

TIRIS, Radar Bromo – Sempat mengalami kekosongan tenaga medis, Puskesmas Tiris akhirnya mengirimkan tenaga medis untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada warga Desa Andungbiru. Upaya ini dilakukan oleh Puskesmas Tiris menanggapi keluhan warga desa terkait dengan layanan kesehatan yang ada dilingkungannya.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Puskesmas Tiris Yusuf Abdul Ghoni yang mengatakan bahwa pihaknya mengambil langkah cepat agar layanan kesehatan untuk warga Desa Andungbiru bisa diberikan. “Kami sudah perintahkan tenaga medis kesana, untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada warga Desa Andungbiru. Namun kami tempatkan di rumah warga di Dusun Krajan RT 1/RW 3,” ujarnya.

Menurutnya, penempatan polindes yang saat ini menggunakan rumah warga dilakukan oleh puskesmas dengan pertimbangan keamanan tenaga medis yang bertugas disana. Karena polindes yang sejatinya berada di Dusun Kedaton sudah beberapa kali terkena banjir.

“Sementara ditempatkan di rumah warga, mengingat polindes yang dulu sudah beberapa kali kena banjir,” ujarnya.

Petugas medis yang dikirim saat ini merupakan petugas sementara untuk memberikan layanan kesehatan. Terkait dengan layanan persalinan, pihaknya memang menyarankan agar tindakan medis dilakukan di puskesmas karena alat dan tenaga medis lebih lengkap, sehingga penanganan bisa lebih maksimal.

“Tenaga medis itu masih sementara sampai datang tenaga medis yang memang ditempatkan disana. Ini kami masih menunggu dari Dinas Kesehatan dan BKD,” bebernya.

Petugas medis yang melayani sifatnya diperbantukan hanya dilakukan pada siang hari, untuk layanan medis dimalam hari ada tenaga medis yang berdomisili disana. Terutama yang bisa dimintai pertolongan medis ketika kondisi sedang genting.

“Layanan kesehatan bukan tidak tercover. Disana sudah ada perawat yang kebetulan berdomisili disitu, namun banyak warga yang belum tahu. Untuk tindakan lebih lanjut, saat ini puskesmas sudah bisa rawat inap,” jelasnya. (ar/fun)