Pemkot Ungkap Lambatnya Pembebasan Lahan untuk JLU

MASIH PROSES: Pengendara motor melintas di Jalan Kelurahan Blandongan, yang rencananya akan dilintasi JLU Kota Pasuruan. Sejauh ini, baru 83 bidang yang sudah berhasil dibebaskan. (Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PANGGUNGREJO – Proses pembebasan lahan Jalur Lingkar Utara (JLU) di Kota Pasuruan, terus dilakukan. Namun, sejauh ini puluhan bidang belum berhasil dibebaskan. Pemkot Pasuruan menargetkan dapat membebaskan bidang lahan di seksi II dan III sebelum akhir tahun ini.

Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pasuruan Muhammad Agus Fajar mengaku, pihaknya masih terus berupaya membebaskan sisa bidang lahan JLU. Sebab, sejauh ini baru 83 bidang yang berhasil dibebaskan. “Masih banyak lahan JLU yang belum bebas. Yang baru bebas itu hanya 39 bidang di seksi I dan 44 bidang di seksi IV,” ujarnya.

Agus merinci, seksi I melewati Kelurahan Gadingrejo dengan 42 bidang dan Kelurahan Karangketug dengan 85 bidang. Lalu, seksi II melewati Kelurahan Kepel dengan 17 bidang, Kelurahan Mandaranrejo dengan 13 bidang, dan Kelurahan Panggungrejo dengan 11 bidang.

Di seksi III, melewati Kelurahan Mandaranrejo, Tapaan, Kepel, dan Blandongan. Sejauh ini sudah diukur oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Pasuruan dan masih diverifikasi. Terakhir, seksi IV melewati Kelurahan Bugulkidul dengan 74 bidang.

Menurutnya, selama ini tidak ada kendala dalam proses pembebasan bidang terdampak JLU. Namun, kebanyakan pemilik lahan masih kurang melengkapi berkas administrasinya. Sehingga, proses pembebasan berjalan lambat. “Kami menargetkan seksi II dan III bisa bebas sebelum tahun 2018 berakhir. Saat ini, kami masih menunggu penyelesaian administrasi,” ujar Agus. (riz/rud)